Minggu, 02 Oktober 2016

Resensi Novel ‘Nyanyian Hujan’

Nama penulis: Sintia Astarina
Tahun terbit: 2013
Judul: Nyanyian Hujan
Kota terbit: Jakarta
Penerbit: PT Grasindo
Jumlah halaman: 205 halaman
           
Sinopsis: Tak ada yang salah pada Vesta, gadis berusia 18 tahun yang hendak melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah. Kecuali, ia dan kakaknya, Revin, terpaksa harus hidup sebagai  yatim piatu akibat meninggalnya kedua orang tua mereka dalam kecelakaan pesawat, saat mereka masih kanak-kanak. Meski begitu, Vesta tumbuh menjadi gadis yang amat dicintai oleh kakaknya, om dan tantenya yang perhatian, serta Bi Sum, pengasuh yang selalu setia merawat mereka berdua hingga dewasa.
            Meskipun manja dan kekanak-kanakan, Vesta cukup tegar dan ceria dalam menjalani hidupnya tanpa kedua orang tua. Walau ia merasa sangat kesepian akibat Revin harus bekerja di Australia. Bagi Vesta, Revin adalah sosok kakak yang bijaksana, dewasa, dan selalu membantunya saat ia merasa kesusahan. Pada Revin pula, Vesta mencurahkan isi hatinya, kegundahan serta kegelisahannya. Alih-alih terus merasa sedih, Vesta memilih untuk mencurahkan isi hatinya pada hujan.

            Iya, hujan.
            Hujan bagi Vesta adalah satu-satunya yang mau mendengarkan keluh kesahnya, gemericik hujan pun sanggup menenangkan jiwanya yang gelisah. Hujan pula yang mampu mendinginkan hatinya, serta membuatnya menjadi lebih tabah.
            Sementara itu, Revin mengutus teman baiknya, Kenneth, untuk menjaga adiknya selama ia pergi ke Australia. Pada awalnya, Vesta menganggap Kenneth sebagai cowok sombong, cuek dan jutek, yang berbeda 180 derajat dengan kakaknya yang peduli, hangat dan perhatian. Kenneth sendiri menganggap Vesta sebagai cewek manja yang tak bisa mandiri dan kekanak-kanakan. Keduanya pun seringkali bertengkar akibat sifat mereka yang bertolak belakang itu.
            Di kampus, Vesta menemukan Dio, teman satu jurusan kuliah di DKV, yang mampu membuat hari-harinya terasa berwarna. Dio memiliki banyak kesamaan dengannya, yakni sama-sama suka hangout, seni, musik akustik dan hujan. Dio juga-lah yang mampu membuatnya tersenyum di kala bete akibat perlakuan menyebalkan Kenneth. Vesta pun menghabiskan waktu dengan Dio, mulai dari hangout ke cafe, jalan-jalan ke taman hingga ke studio seni pribadi milik keluarga Dio. Tak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya berpacaran.
            Namun, ketika Kenneth mengetahui keduanya berpacaran, Kenneth berubah menjadi sosok yang pemarah dan mengekang Vesta. Ada apa? Apa yang terjadi diantara Kenneth dan Dio? Apakah ada masa lalu yang membuat mereka berdua merasa ‘gerah’ untuk saling berdekatan? Apakah Kenneth justru merasa cemburu ketika Vesta berpacaran dengan Dio, sehingga membuat dirinya mengekang Vesta?
            Lalu, mengapa tiba-tiba Vesta merasa kondisi tubuhnya melemah? Vesta pun mulai sakit-sakitan, dan diketahui ternyata Vesta menderita virus HIV. Apakah ini berhubungan dengan masa lalu, ketika ia mengalami kecelakaan hebat dan membuatnya sekarat? Ataukah ini gara-gara ia menuruti keinginan Dio untuk memberi tato ke tubuhnya, kala itu?

Kritik dan pendapat saya: Well.. yang cukup mengganggu adalah ketidaksesuaian fakta yang ada di novel ini. Disebutkan jika Dio diusir oleh keluarga besarnya karena masalah yang teramat fatal, dan membuatnya ‘lontang-lantung’ di jalan. Lantas, bagaimana kita bisa menjawab fakta bahwa Dio mampu kuliah, memiliki mobil mewah, punya rumah dan memiliki galeri seni? Mungkin, tidak disebutkan secara eksplisit jika Dio tetap dibiayai hidup oleh keluarganya, walau kini mereka berpisah tempat tinggal.
            Selain itu, dari awal pun bisa ditebak jika karakter perempuan utama di novel ini akan jatuh hati pada karakter cowok yang menyebalkan, walau pada awalnya mereka saling bermusuhan dan sering bertengkar. Yup, pada akhirnya (spoiler) Vesta jatuh hati pada Kenneth, dan Dio pun ditinggalkan. Sangat tipikal, right?

            Tidak ada kritik lanjutan lain, kecuali bahwa novel ini tidak terlalu kaya dengan diksi, serta alur cerita yang bisa ditebak dengan mudah. Namanya juga teenlit, kan? Don’t expect too much, hehe. Mungkin, novel ini ditujukan pada mereka yang suka bergalau-galau ria, dan suka cerita-cerita romansa. Kisahnya tipikal OA (official account) LINE macam Prestigeholics dan Keep Smile Indo (contoh aja). Yang jelas, novel ini bukan aku banget. 

0 komentar:

Posting Komentar

Think twice before you start typing! ;)

 

Goresan Pena Nena Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template