Siapa
sih yang gak kenal teh? Di masa kini, teh telah menjadi minuman paling ‘umum’
dan dikenal banyak orang. Mulai dari warung-warung kecil, kantin, rumah makan, mall, foodcourt, cafe hingga
restoran besar pun menyediakan teh. Ketika bertamu ke rumah orang pun tidak
jarang juga kita disuguhi dengan teh manis hangat. Repurtasi teh sebagai
minuman dengan kadar gizi dan mineral tinggi mampu membuat orang-orang
memasukkan teh ke dalam daftar wajib minuman mereka sehari-hari, apalagi bagi
mereka yang menerapkan gaya hidup sehat.
Di pasaran, kita umumnya mengenal
dua jenis teh, yakni teh hitam dan teh hijau. Dilansir dari laman foodwatch.com,
kedua jenis teh itu sama-sama didapatkan dari dedaunan Camellia sinensis.
Perbedaannya ada pada cara mengolah teh itu setelah dipetik. Teh hitam diproses
dengan cara dikeringkan dan dihancurkan, lalu diolah melalui proses oksidasi, yang
mana proses itu membuat enzim berubah, dari enzim katekin sederhana, menjadi lebih kompleks lagi yaitu senyawa theaflavin dan thearubigens. Sementara, setelah dipetik, daun teh hijau hanya
dikukus lalu dikeringkan. Proses pengolahan teh hitam pun lebih panjang
dibanding teh hijau.




