Senin, 30 April 2018

(Tidak) Sedang Baik-baik Saja

0 komentar
Saat aku menulis ini, perasaan tengah berkecamuk di dadaku. Gelisah, khawatir dan bingung menjadi satu. Bergumpal menjadi rasa yang menyesakkan jiwa. Tidak. Ini bukan tentang aku. Sudah cukup kalian mendengar celotehku yang terkadang penuh ego.
Aku berbicara mengenai seorang teman. Ia sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja dan kami berdua mengetahui hal itu.
Aku tidak ingat kapan, tetapi ia tiba-tiba memilihku menjadi seorang yang ia percaya untuk mencurahkan kisah pribadinya. Kami bahkan tidak pernah dekat sebelumnya. Sekedar mengenal, tidak pernah benar-benar menyelam untuk mengetahui hidup masing-masing.
What have I done to deserve this? Terkadang aku bertanya, apakah aku cukup pantas untuk dipercaya.

Jumat, 27 April 2018

Hotel Visit di Ayola La Lisa

0 komentar
23 April kemarin aku dan komunitasku, Local Guides Surabaya, melakukan hotel visit (sekaligus foodcrawl) di Hotel Ayola La Lisa, Nginden, Surabaya. Udah ketiga kalinya melakukan hotel visit dengan Local Guides Surabaya. Pertama, di Fairfield by Marriot, kedua di Hotel Majapahit. Kesemuanya membawa pengalaman baru bagiku.
Local Guides Surabaya full team!

Rabu, 18 April 2018

Sayang, Ini Belum Berakhir

0 komentar
[00:46, GMT +7]
Malam-malam panjang kuhabiskan dengan rutinitas yang sama. Mendarat di profilmu, lalu memandanginya begitu lama. Berharap nyali, walau sekecil percikan api, timbul sesudahnya.

Aku selalu percaya, api kecil 'kan tumbuh menjadi kobaran yang besar dan menghangatkan sekelilingnya. Dan kini, aku bagaikan sang musafir lusuh, terjebak dalam goa karena hujan salju. Mati-matian kuberusaha memunculkan api dari dua ranting kayu yang saling bergesekan. Tanganku mulai lelah, tapi aku tetap berusaha. Pilihannya hanya dua, berjuang atau mati kedinginan.

Aku memilih terus berjuang.

Jumat, 06 April 2018

Untuk Kau, Sajakku

0 komentar
Jari-jariku kembali men-swipe layar untuk melakukan hal yang sama, tak kurang dari 30 detik setelahnya. Me-refresh halaman, demi melihat perubahan yang kunantikan. Tapi, lagi-lagi hasilnya serupa.

Ah, sudahlah.

Kulempar ponselku ke permukaan kasur. Melupakan sejenak apa yang baru saja terjadi. Kuganti arah mata ke langit-langit kamar. Lelah pandang akibat paparan sinar terus-menerus dari layar gawai membuat penglihatanku semakin kabur dari waktu ke waktu.

Aku menanti hadirmu, pemilik wajah teduh, bisikku dalam diam.
 

Goresan Pena Nena Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template