Minggu, 28 Mei 2017

Kulineran di Sushi Kiosk Marvel City Surabaya

0 komentar
I am a sushi hunter. Dan kali ini, aku berkesempatan mengunjungi salah satu sushi bar yang cukup tenar: Sushi Kiosk. Letaknya ada di mall Marvel City, Surabaya. Oke, ini sebenarnya agak latepost, karena aku mampir kemari pada tanggal 1 Februari 2017 silam, sore hari, bersama adik laki-lakiku yang berusia 9 tahun. Wah, tumben-tumbenan sekali?
Sushi Kiosk Marvel City Surabaya

Jumat, 26 Mei 2017

Lamunan Dini Hari

0 komentar
Into the everblack from where
there’s no coming back
–The Black Dahlia Murder
Jika dirunut, tujuan kita hidup sebenarnya sudah sangat jelas. Sejernih air di permukaan danau pada pagi, seterang angkasa raya kala siang. Alur yang sama, tak pernah berubah sejak manusia pertama tercipta. Kronologis yang sama, tanpa bisa melawan dan kita hanyut bagaikan dedaunan layu yang terbawa oleh arus deras.
Kita dulunya pernah lemah. Benih-benih mani hasil ejakulasi yang bisa mati dalam hitungan menit. Sel telur yang runtuh, meluruh berwujud darah dan berbau seamis ikan. Kau pernah berwujud seperti itu, dulu. Tapi nyatanya, keduanya bertemu. Ribuan sel-sel bekerja keras menyusun komposisi tubuh. Minggu ini, kau hanya segumpalan darah. Bulan depan, jantungmu tercipta. Trimester selanjutnya, organ-organmu mulai menyelaras sempurna. Dan datanglah hari itu: kelahiranmu.

Nyobain Haagen Dazs Tunjungan Plaza Surabaya

0 komentar
Haagen Dazs dikenal sebagai merk es krim yang mahal. Namun, beruntungnya aku karena bisa mencicipi es krimnya dengan gratis! Semua ini berkat Foody Surabaya, yang memberi user-nya voucher-voucher gratis (tentunya dengan syarat dan ketentuan tersendiri). Oke, jadi aku dapat voucher Groupon senilai 100.000. Dan berlaku untuk Haagen Dazs yang ada di Tunjungan Plaza Surabaya.
Dokumentasi pribadi

Selasa, 23 Mei 2017

Makan di Edo Kaiten Sushi Surabaya

0 komentar
Sumber: Dealjava
Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku beli voucher diskon dari Dealjava! Ya, sejak aku nge-follow Dealjava di Instagram, rasanya kalap pengen beli ini-itu. Abisnya, murah-murah sih. Diskonnya pun gede-gede. Akhirnya, keinginanku kuwujudkan menjadi kenyataan ketika melihat ada diskon besar untuk Sushi Boat dari Edo Kaiten Sushi Surabaya. Dari harga 220 ribu, turun drastis menjadi 99.000 saja! Isinya ada apa aja sih? Totalnya ada 34 potong sushi dari 5 jenis sushi yang berbeda-beda. Wah, banyak juga kan? Untuk minumannya, disediakan iced tea untuk 2 orang, dan bisa free flow/refill. Kurang asyik apa? Apalagi, restoran Edo Kaiten Sushi merupakan resto Jepang yang terbilang cukup mewah. Kapan lagi bisa kesana, kalau bukan karena diskon? Tanpa pikir panjang, aku langsung membeli voucher itu.

Jumat, 19 Mei 2017

Temaram #2

0 komentar
                This love was out of control
            Tell me where did it go?
–Pierce The Veil
Seminggu terakhir, aku terbangun jauh lebih lambat dari alarm yang ku pasang. Tapi, khusus hari ini, aku bisa kembali terbangun tepat waktu. Sebenarnya, aku masih ingin berkubang di dalam kesenyapan, menghabiskan hari bergelung di ranjang dan mendengarkan lagu cengeng hingga petang menjelang. Namun, hari ini aku sudah berjanji pada Robbin, staf HRD, untuk masuk. Satu hari lagi ku habiskan tanpa keterangan, maka SP1 akan dilayangkan. Aku tidak mau membuang waktu untuk mencari pekerjaan baru di tengah usia 27 seperti ini.
            Dengan malas, kusibakkan tirai. Langit masih berwarna kebiruan, larik-larik jingga menghias ufuk timur. Alam masih menampakkan keindahannya, rupanya. Ku kira, tak ada lagi yang bersahabat denganku. Kondisi luar kamar apartemen rupanya berbeda jauh dengan di dalam. Jangan tanya kenapa tumpukan box pizza belum dibuang, bungkus saus berceceran maupun pakaian tergeletak di seluruh ruangan. Dalam kondisi kejiwaan yang normal, aku tak betah membiarkan debu sedikitpun bersarang di kamar. Tapi, sungguh berbeda dengan yang terjadi selama seminggu terakhir.
            Ayo, Dave, lawan setan-setan yang bersarang di kepalamu, bisik suara itu.

Sabtu, 13 Mei 2017

Temaram #1

0 komentar
Remang. Aku tak bisa mengartikan sorot mata itu. Teduh, namun terlihat lapar, inginkan sentuhan. Pun juga senyuman di sudut bibirmu.  Apakah itu untukku?
Menggeleng, ku hapuskan pikiran sia-sia itu. Mengalihkan tatapan pada langit-langit ruangan. Tak ada noda sejauh mata memandang. Ku larikan jauh-jauh perasaan, karena ku tak ingin lagi terluka.
Namun, sekuat apapun aku berusaha, egoku runtuh juga.
***

Jumat, 12 Mei 2017

Bisik Sunyi di Tengah Malam

3 komentar
12 Mei 2017 – 00.20
Aku terbangun dengan perasaan rindu.
Pada seseorang yang sama sekali bukan milikku...
Gelisah, tanganku terjulur, menggapai-gapai dalam gelap. Lampu kamarku memang telah padam sejak pukul 23.00 tadi. Menemukan benda persegi panjang, yang ketika ditekan memunculkan cahaya menyilaukan. Tiba-tiba aku sudah mendarat di profilnya. Tertera nama dan foto, serta pilihan untuk menelepon, membuka obrolan atau video call. Mengabaikan semua itu, jariku menyentuh foto profilnya. Terdiam. Hanya menatap hal yang sama, selama bermenit-menit lamanya. Yang berteriak lantang hanya lamunanku, bibirku tetap terkunci. Pun, tak ku miliki keberanian untuk menyapa terlebih dahulu. Pecundang! bisikku dalam hati.
Hening. Sekian puluh tahun rasanya terlewat. Seperti time travel, pikiranku kembali saat menjumpainya beberapa bulan yang lalu. Saat ku pertama kali mengenalnya. Tapi, belum tumbuh rasa sukaku padanya, tunasnya pun tidak. Masih menabur benih di ladang, ku rasa. Rupanya, alam bawah sadarku berkata lain: ia berbeda. Dan, ya. Aku menyukainya.
Kamu.
Laki-laki yang menarik, sungguh.

Senin, 08 Mei 2017

Tiga Jam Lebih Dekat

0 komentar
Sengaja aku bikin artikel khusus ini terpisah dengan artikel kuliner. Sebab, pertemuan kami lebih dari sekedar kulineran. Tiga jam itu, mulai dari jam 2 siang sampai jam 5 sore, ada banyak sekali hal yang kami bicarakan. Sampai nggak kerasa kalau waktu hampir beranjak petang. Menyenangkan, ya, sampai waktu terlewat begitu cepat?
Juli 2014
Jadi singkatnya, aku dan mas Yahya ketemuan di cafe.  Setelah berbulan-bulan nggak ketemu, terakhir kali sih sekitar bulan Juli tahun 2016 (am I right?). Sebenernya, aku dan mas Yahya bukan teman yang benar-benar kenal dari awal. Pertemanan kami terjalin sejak ia diundang makan-makan oleh Zahwa, sepupuku, 25 Juli 2014 lalu. Zahwa mengaku kalau Yahya cukup dekat dengannya saat SMA. Mereka berdua sama-sama di kelas 12 IPS, dan sama-sama berstatus sebagai siswa pindahan dari sekolah lain. 25 Juli 2014 itu-lah aku tau kalau mas Yahya juga kuliah di Universitas Airlangga, sama denganku yang saat itu lagi bahagia karena baru diterima SBMPTN di Unair.  

Kulineran di Giggle Cafe Surabaya

0 komentar
Aku pertama kali kenal nama Giggle Cafe di Instagram. Dan begitu liat akun official-nya, rasanya pengen cepat-cepat kesana. Kenapa? Well.. Foto-fotonya disajikan cantik, dengan deretan menu-menu yang bikin mouthwatering. Harganya pun sangat cocok bagi kantong mahasiswa. Apalagi, disana ada satu menu favoritku, yaitu Fettucini Carbonara.
Dokumentasi Pribadi
Tak butuh waktu lama, Minggu (30/4) aku bertandang kesana dengan salah seorang teman. Mas Yahya, begitu aku memanggilnya. Kebetulan, kami berdua sama-sama kosong waktu itu. Sebenarnya kami sudah merencanakan untuk kulineran bareng sejak Maret, sekalian ngajak saudaraku, tapi selalu ada aja halangannya. Dan akhirnya baru terealisasi Minggu (30/4) ini.
Giggle Cafe terletak di Jalan Kertajaya No. 226 Surabaya. Letaknya gak jauh dari Kampus B Universitas Airlangga, tempatku sehari-hari mengenyam pendidikan. Aku gak tau lokasinya, jadi aku menurut saja apa kata Google Maps. Ternyata, tempatnya seperti ruko, tapi lebih luas. Lokasinya ada di pinggir jalan pas, nggak masuk ke gang-gang. Tapi, agak tersembunyi gitu. Jadi pastikan kalian berkendara pelan-pelan agar ketemu tempatnya. Parkirannya pun kecil, hanya muat beberapa motor.
 

Goresan Pena Nena Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template