Senin, 14 Maret 2016

Kucing Keracunan? Kasih Air Kelapa Hijau!

Musibah bisa datang kapan saja, termasuk Sabtu malam (12/3) kemarin. Aku sedang mau makan waktu itu ketika adikku berteriak-teriak memanggilku. “Kak, kak, kucingnya lho kenapa? Cepat lihat!” begitu katanya dengan nada panik. Aku bergegas datang dan menemui pemandangan mengejutkan. Tanpa disangka-sangka, kucingku, betina berusia 14 bulan yang sedang menyusui, bertingkah sangat aneh!
Biar kate kucing kampung, tapi cakep!
            Kucingku berjalan kesana kemari, tanpa tujuan. Kakinya terlihat gemetar, kadang terpeleset saat menopang tubuhnya di kala berlarian kesana kemari. Mulutnya terlihat mengeluarkan cairan, matanya menatap nanar, napasnya terengah-engah, perutnya berkedut-kedut, mulutnya terbuka dan lidahnya terjulur. Dia terlihat sangat kebingungan hingga berjalan tanpa arah, terkadang sampai menabrak-nabrak atau terpeleset langkahnya sendiri. Ada apa ini?

            Satu-satunya yang terpikirkan di benakku adalah keracunan. Asumsi paling logis, mengingat ciri-ciri kucing keracunan rata-rata seperti itu. Asumsi lain adalah dalam beberapa minggu, sudah ada dua kucing di lingkungan rumahku yang mati mengenaskan karena terkena racun (ku duga itu racun tikus). Dua kucing yang mati itu sangat sehat, bugar dan terawat, mati sia-sia karena terkena racun. Betapa menyedihkan dan betapa bangsatnya manusia karena hanya memikirkan diri sendiri. Membasmi tikus dengan racun itu ibarat pisau bermata dua, baik dan buruk dalam satu waktu yang sama.
            Lantas, apa yang ku lakukan? Sepuluh menit pertama, aku masih bingung. Panik. Ingin menangis rasanya, melihat kucingku berlarian, lalu terbaring dan menggelepar-gelepar dengan kondisi mengenaskan seperti sedang sekarat. Aku masih belum terpikir apa yang akan ku lakukan. Apakah ku harus memanggil dokter hewan? Dengan konsekuensi, uang tabungan terkuras cepat dalam sekerjapan mata. Selain itu, aku tidak yakin apakah obat-obatan buatan pabrik mampu membuat kucing keracunan menjadi sembuh. Opsi kedua, aku teringat akan pengalamanku merawat Aming, kucingku dulu yang terkena distemper. Aming berhasil pulih dan sembuh dalam waktu sepuluh hari (karena distemper merupakan penyakit kucing yang paling gawat, makanya proses pemulihannya memakan waktu cukup lama). Konsumsi air kelapa hijau untuk mendetoksifikasi dan menetralisir racun. Aming ku beri air kelapa hijau, di kombinasikan dengan susu bear brand dan obat-obatan dari dokter, serta makan bubur bayi, dan voila! Dia sembuh. Kuasa Tuhan.
            Oke, air kelapa hijau. Kayaknya, itu yang paling masuk akal saat ini. Dan aku yakin, prosentase pulihnya bakal lebih cepat.
            Maka, berangkatlah aku mencari air kelapa hijau. Aku ditemani adikku yang berusia 13 tahun. Aku membawa uang 27 ribu rupiah. Seingatku, kelapa hijau (beserta degan dan buahnya) dipatok dengan harga 18.000 rupiah (Oktober 2013). Mungkin sekarang bisa naik menjadi dua puluh ribuan ke atas. Lalu, aku juga harus membeli suntikan (tanpa jarum) untuk memasukkan cairan kelapa hijau secara paksa ke dalam mulut kucingku nanti.
            Alhamdulillah, ada yang jual air kelapa hijau didekat rumahku. Harganya fantastis, jauh dari perkiraan. Hanya 10.000 saja! Cuma dikasih air kelapa hijaunya saja sih, daging degan dan kulit buahnya tetap menjadi milik bapak penjualnya. Duh, terima kasih ya, Pak. Memurahkan harga sama halnya bapak mengambil peran untuk menyehatkan kucingku! Lalu, aku beli dua buah suntikan untuk mainan anak-anak, ukuran 6 ml seharga lima ribu rupiah, dan langsung kembali ke rumah secepatnya. Agak mbatin sih, karena malam ini begitu banyak acara syukuran dan pesta pernikahan di mana-mana. Bikin lama di jalan saja, huh.
            Jam 20:50 WIB. Sesampainya di rumah, aku langsung menaruh air kelapa hijau ke wadah, dan mengambil air itu dengan suntikan. Adikku ku suruh menyorot wajah kucingku dengan senter, sementara aku memasukkan paksa air kelapa hijau itu ke dalam mulutnya. Dia tidak terlalu memberontak, tenaganya terlalu lemah untuk melakukan itu. Aku berhasil memasukkan kira-kira empat suntikan 6 ml (totalnya berarti 24 ml), namun setengahnya dimuntahkan kembali (bukan secara sengaja sih, kayaknya kucingku agak kesulitan saat menelan air kelapa hijau itu). Efek yang dihasilkan cukup cepat. Dalam waktu lima menit, kucingku buang air kecil di tempat, tak terlalu banyak, tapi cukup melegakanku karena bisa jadi itu adalah efek yang sedang bekerja dari air kelapa hijau itu.
            Setelahnya, dalam kurun waktu dua jam, kucingku tetap ku beri air kelapa hijau terus menerus secara berkala. Satu suntikan dalam sepuluh menit. Tak ada ukuran baku harus ku beri berapa mililiter air kelapa hijau itu, karena aku bukan dokter hewan, maka ku lakukan sesuai instingku: sebanyak-banyaknya sampai muncul reaksi. Dan mengejutkannya, reaksi tiap kali kucingku ku beri air kelapa hijau, dia bakal langsung “menggila”, memberontak, menjauh, detak jantungnya meningkat dan memuntahkan air kelapa itu. Efeknya bekerja terlalu keras, sepertinya, hingga kucingku memunculkan reaksi seperti itu. Maka, pada pukul 22:30-an, ku hentikan pemberian air kelapa hijau itu sembari menunggu reaksinya
            Cukup ajaib. Jam 23:30, napas kucingku turun dan detak jantungnya mulai menuju normal. Tubuhnya tak selemas tadi. Mulutnya tak lagi membuka dan lidahnya tak lagi terjulur. Bahkan, dia mulai berusaha untuk menjilat-jilat bulunya! Pertanda baik, karena menurut pengalamanku, jika kucing merasa sangat sakit, dia tak akan peduli untuk merawat bulunya (dengan cara menjilati bulu). Oleh karena itu, sering kita jumpai kucing yang sakit memiliki bulu yang kasar, kering dan bau. Dan jika dia sudah merasa “enakan”, dia akan kembali merawat dan menjilati bulunya seperti semula.
            Jam 00:30, kucingku terlihat lebih baik dan aku terus memantaunya hingga jam 04:00 shubuh. Dan ketika kulihat ia baik-baik saja, menatapku dengan pandangan tajam dan posisi tubuh yang nyaman, serta saat ku dekati ia mengeong dan mendengkur manja, aku tahu bahwa ia telah berhasil melewati fase kritisnya.
            Lebih mengejutkannya lagi, jam 07:30 pagi, aku melihat kucingku telah menyusui anaknya! Aku tak yakin air susunya aman bagi anak kucing kecil berusia lima minggu yang ringkih itu. Tapi, setelah seharian menyusu, anak kucing itu tetap ceria dan lincah. Maka, ku simpulkan bahwa semuanya baik-baik saja.
***
            Air kelapa hijau benar-benar manjur! Dalam waktu kurang dari empat jam (21:00-01:00), kondisi kucingku membaik. Aku tak menyebutkan takaran air kelapa hijau itu (karena aku bukan pakar/dokter hewan), tapi dari ukuran gelas 200 ml, air kelapa hijau itu habis hingga ¾-nya. Itu pun, sebagian telah dimuntahkan dan sebagian lagi ditelan. Saranku, setelah berjuang keras melawan racun dalam tubuhnya, beri kucing itu air + madu, atau susu bear brand. Oh ya, ingat bahwa air kelapa hijau itu cukup diminumkan satu kali saja. Seperti aku, yang hanya meminumkan satu kali, dalam kurun waktu dua jam. Jangan meminumkan selama dua hari berturut-turut, atau lebih misalnya. Air kelapa fungsinya menetralisir racun, dan bukan untuk dikonsumsi sering-sering. Tunggu sampai nafsu makannya kembali, dan beri dia makanan yang lembut-lembut dulu untuk sementara. Pencernaannya masih rapuh soalnya.

            Terima kasih telah membaca kisah mengenai kucingku. Share kisahmu dengan kucingmu juga ya, disini. I would love to hear. 

10 komentar:

  1. Salam kenal nena :)
    Kucing saya muntah berwarna kuning dan disusul diare. Dari postingan diatas yg menyebutkan kalau air kelapa bisa menyembuhkan kucing nena yg keracunan dan distemper, saya jadi ingin memberi kucing saya air kelapa hijau karena kurang tega juga kalau harus diberi obat obatan kimia.
    Tapi apakah pemberian air kelapanya harus kelapa hijau? atau bisa dengan air kelapa lainnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo maaf balasnya lama.
      Sepanjang pengalamanku, air kelapa hijau bisa menyembuhkan kucing keracunan dan distemper (karena ku alami sendiri). Dua kucingku pernah mengalami sakit itu dan Alhamdulillah keduanya sembuh. Jangan lupa rutin dikasih makan (bisa melalui suntikan kalau kucingnya ga mau makan, jadi kayak dipaksa makan gitu. makanannya bisa yang encer/cair kayak bubur bayi atau apa, yang high protein), kasih air (biar ga dehidrasi) dan madu juga.

      Hapus
  2. Bubur bayi itu bisa disebutkan merknya ga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku seringnya pake merk nestle cerelax, rasa ayam bisa, rasa beras merah bisa. Pokoknya pilih yg high protein (ada yg kadar proteinnya sampe 40%). Atau yg 20% protein pun gapapa asal makannya rutin. Bubur kan seratnya halus jd mudah dicerna

      Hapus
    2. Makasih kucing aku sekarang udah mendingan alhamdulillah

      Hapus
    3. Alhamdulillah.. Aku ikut seneng dengernya ^_^

      Hapus
  3. Kucingku susah kencing. Ak kasi air kelapa langsung kencing banyak banget. Dn paginya kencinya ada drahnya. Dn trus klo kcing drah truss. Itu gimana reaksi yg baik atau mkin parah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Nova.
      Air kelapa cuma untuk kasus keracunan. Karena air kelapa punya sifat menghilangkan toxic (racun) dalam tubuh. Jadi, kalau susah kencing lebih baik diobati dengan cara lain. Daripada makin parah. Mending segera temui dokter hewan ya! :)

      Hapus
  4. Makasih kak atas info air kelapa hijaunya :)

    BalasHapus
  5. Selain air kelapa apa ya obat nya.. kucingku makan tikus yang kena racun namanya timex itu lho.. tolong bantu ya . SEGERA

    BalasHapus

Think twice before you start typing! ;)

 

Goresan Pena Nena Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template