Senin, 10 Juni 2013

Dibayar 5000/3 Jam? Siapa Takut!


Kemarin siang, (9/6) baru saja aku pulang dari training di tempat kerjaku. Ya, mulai hari ini aku akan resmi bekerja dan menyandang status sebagai operator warnet yang terletak di kawasan Ampel, Surabaya.

“Carikan aku pekerjaan dong, rek.”

Tak kusangka, omongan ngasalku dengan temanku, Nisa dan Dilla, ditanggapi serius. Padahal kala itu aku hanya bercanda, meski sebenarya aku juga ingin bekerja sih saat itu. Ruang kelas 12 IPA menjadi saksi bisu atas ucapanku beberapa hari yang lalu.


Mereka bilang, ada beberapa pekerjaan yang bisa kulakukan sepulang sekolah. Diantaranya ialah menjadi operator warnet dan penjaga rental PS. “Tapi Nen,” ucap Dilla, “Kebanyakan rental PS tak mau memperkerjakan wanita berkerudung. Kau tau sendirilah kalau rata-rata pelangggan PS itu anak laki-laki. Dengan adanya wanita berkerudung, mereka berpikir kalau kau tak bisa digoda.” Oh, mungkin sekarang aku sudah mulai melongo. Ampunn.

Ya sudah. Aku biarkan ucapan Dilla, dan aku mulai beraktivitas seperti biasa. Tapi, di suatu siang sepulang UAS, Annisah mengatakan kalau ia sudah menawarkan aku ke bosnya sebagai operator warnet miliknya. Aku excited di satu sisi, tapi disisi lain aku mulai was-was. Bayangkan saja, aku belum punya pengalaman!

Tapi Annisah menenangkanku. Katanya, kalau aku memiliki skill dalam penguasaan Word, Billing dan sedikit desain grafis, aku sudah pasti bakal diterima. Oke, aku mulai optimis saat itu.

Soal gaji….Ia bilang dalam satu bulan dibayar Rp. 450.000, yang berarti dalam sehari hanya Rp. 15.000! Padahal ia bekerja selama 9 jam sehari. Dan bisa diartikan, sekitar Rp. 1500 saja per jamnya.

“Apa? 450 ribu satu bulan? Dikit amat, Nen!” sahut Icha saat aku bercerita kepadanya. Aku hanya tersenyum, “Gapapa lah, buat pengalaman.” Sambil ku berpikir, nanti kalau sudah bekerja beberapa bulan, aku akan keluar. Mencari honor yang lebih tinggi, tentu saja. Hehe, manusiawi sih. Atau aku malah study hard untuk UNAS-ku nanti, dengan keluarnya aku sebagai operator.

Uang yang terkumpul akan aku gunakan untuk membeli sebuah laptop, yang sudah bertahun-tahun ku impikan tersimpan di kamarku. Dan kalau ada sisanya, buat membeli sebuah bass guitar Fender/Ibanez beserta ampli-nya. Membayangkannya saja aku sudah berada di kondisi extacy, melayang-layang. Sungguh indah :D

Tapi, itu berarti aku harus berhati-hati mengatur waktuku, antara sekolah, organisasi, band dan bekerja. Glek. Awan mendung hitam tiba-tiba berada diatas kepalaku. Tidak, tidak. Aku pasti bisa mengatasinya. Fiuhhh. Ku tiup jauh-jauh awan itu dari atas kepalaku dan berganti dengan lengkung indah pelangi.

Selain itu, kendala lain yang kuhadapi ialah tingkat keamanan, yang katanya sering terjadi kasus kehilangan uang. Harus menahan keinginan untuk buang air, karena letaknya agak jauh dari tempatku bekerja, jadi siapa yang menjaga nantinya? Lalu sholat harus dijama’ karena ketidak tersediaan ruang khusus. Banyak lah. Tapi aku bisa, Insya Allah.

Paling tidak, ada sisi menyenangkannya juga dari pekerjaan ini. Aku bisa nyambi cari tugas sekolah di internet, karena gratis tentunya untuk operator. Bisa update berita-berita terbaru. Juga nambah ilmu berkomunikasi terhadap pelanggan dan atasan. Ini untuk bekalku menghadapi dunia kerja yang lebih besar di masa depan nantinya.

So, 5000/3 Jam? Siapa takut? Faced it!

0 komentar:

Posting Komentar

Think twice before you start typing! ;)

 

Goresan Pena Nena Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template