Into the everblack from where
there’s no coming back
–The Black Dahlia Murder
Jika
dirunut, tujuan kita hidup sebenarnya sudah sangat jelas. Sejernih air di permukaan
danau pada pagi, seterang angkasa raya kala siang. Alur yang sama, tak pernah
berubah sejak manusia pertama tercipta. Kronologis yang sama, tanpa bisa
melawan dan kita hanyut bagaikan dedaunan layu yang terbawa oleh arus deras.
Kita
dulunya pernah lemah. Benih-benih mani hasil ejakulasi yang bisa mati dalam hitungan
menit. Sel telur yang runtuh, meluruh berwujud darah dan berbau seamis ikan. Kau
pernah berwujud seperti itu, dulu. Tapi nyatanya, keduanya bertemu. Ribuan
sel-sel bekerja keras menyusun komposisi tubuh. Minggu ini, kau hanya
segumpalan darah. Bulan depan, jantungmu tercipta. Trimester selanjutnya,
organ-organmu mulai menyelaras sempurna. Dan datanglah hari itu: kelahiranmu.