Sengaja aku bikin artikel
khusus ini terpisah dengan artikel kuliner. Sebab, pertemuan kami lebih dari
sekedar kulineran. Tiga jam itu, mulai dari jam 2 siang sampai jam 5 sore, ada
banyak sekali hal yang kami bicarakan. Sampai nggak kerasa kalau waktu hampir
beranjak petang. Menyenangkan, ya, sampai waktu terlewat begitu cepat?
| Juli 2014 |
Jadi singkatnya, aku dan
mas Yahya ketemuan di cafe. Setelah berbulan-bulan nggak ketemu, terakhir
kali sih sekitar bulan Juli tahun 2016 (am
I right?). Sebenernya, aku dan mas Yahya bukan teman yang benar-benar kenal
dari awal. Pertemanan kami terjalin sejak ia diundang makan-makan oleh Zahwa,
sepupuku, 25 Juli 2014 lalu. Zahwa mengaku kalau Yahya cukup dekat dengannya
saat SMA. Mereka berdua sama-sama di kelas 12 IPS, dan sama-sama berstatus
sebagai siswa pindahan dari sekolah lain. 25 Juli 2014 itu-lah aku tau kalau
mas Yahya juga kuliah di Universitas Airlangga, sama denganku yang saat itu
lagi bahagia karena baru diterima SBMPTN di Unair.

