Senin, 08 Mei 2017

Tiga Jam Lebih Dekat

0 komentar
Sengaja aku bikin artikel khusus ini terpisah dengan artikel kuliner. Sebab, pertemuan kami lebih dari sekedar kulineran. Tiga jam itu, mulai dari jam 2 siang sampai jam 5 sore, ada banyak sekali hal yang kami bicarakan. Sampai nggak kerasa kalau waktu hampir beranjak petang. Menyenangkan, ya, sampai waktu terlewat begitu cepat?
Juli 2014
Jadi singkatnya, aku dan mas Yahya ketemuan di cafe.  Setelah berbulan-bulan nggak ketemu, terakhir kali sih sekitar bulan Juli tahun 2016 (am I right?). Sebenernya, aku dan mas Yahya bukan teman yang benar-benar kenal dari awal. Pertemanan kami terjalin sejak ia diundang makan-makan oleh Zahwa, sepupuku, 25 Juli 2014 lalu. Zahwa mengaku kalau Yahya cukup dekat dengannya saat SMA. Mereka berdua sama-sama di kelas 12 IPS, dan sama-sama berstatus sebagai siswa pindahan dari sekolah lain. 25 Juli 2014 itu-lah aku tau kalau mas Yahya juga kuliah di Universitas Airlangga, sama denganku yang saat itu lagi bahagia karena baru diterima SBMPTN di Unair.  

Kulineran di Giggle Cafe Surabaya

0 komentar
Aku pertama kali kenal nama Giggle Cafe di Instagram. Dan begitu liat akun official-nya, rasanya pengen cepat-cepat kesana. Kenapa? Well.. Foto-fotonya disajikan cantik, dengan deretan menu-menu yang bikin mouthwatering. Harganya pun sangat cocok bagi kantong mahasiswa. Apalagi, disana ada satu menu favoritku, yaitu Fettucini Carbonara.
Dokumentasi Pribadi
Tak butuh waktu lama, Minggu (30/4) aku bertandang kesana dengan salah seorang teman. Mas Yahya, begitu aku memanggilnya. Kebetulan, kami berdua sama-sama kosong waktu itu. Sebenarnya kami sudah merencanakan untuk kulineran bareng sejak Maret, sekalian ngajak saudaraku, tapi selalu ada aja halangannya. Dan akhirnya baru terealisasi Minggu (30/4) ini.
Giggle Cafe terletak di Jalan Kertajaya No. 226 Surabaya. Letaknya gak jauh dari Kampus B Universitas Airlangga, tempatku sehari-hari mengenyam pendidikan. Aku gak tau lokasinya, jadi aku menurut saja apa kata Google Maps. Ternyata, tempatnya seperti ruko, tapi lebih luas. Lokasinya ada di pinggir jalan pas, nggak masuk ke gang-gang. Tapi, agak tersembunyi gitu. Jadi pastikan kalian berkendara pelan-pelan agar ketemu tempatnya. Parkirannya pun kecil, hanya muat beberapa motor.

Minggu, 30 April 2017

Kulineran di Pipe and Barrel Surabaya

0 komentar
Beberapa minggu setelah menang giveaway di OTW Foodstreet, bulan Maret 2017 ini aku menang giveaway lagi! Yeay! Kali ini, yang mengadakan giveaway adalah Pipe and Barrel, restoran milik Chef Ken yang terkenal itu (yang pernah tampil di acara Master Chef). Quattro Dinning adalah nama giveaway-nya dan untuk memenangi giveaway, kamu cukup memosting foto di Instagram dengan genk-mu (harus berjumlah 4 orang). Foto itu harus meaningful, unik dan fun. Foto yang dipilih jadi pemenang adalah foto yang secara visual bagus dan caption-nya berkualitas. Periode giveaway mulai tanggal 17-25 Februari 2017 dan pemenangnya diumumkan tanggal 27 Februari 2017.
The Quattro Dinning
            Aku kemudian upload fotoku bersama gank Trio Sempel, genk yang dibuat pada kelas 9 SMP dengan Tita, Lilik dan Novita. Dan aku juga ngajak Lusy ikutan giveaway. Lusy upload foto bersama genk-nya, para temen-temen kampusnya. Tak disangka-sangka, baik aku dan Lusy kepilih jadi pemenang giveaway! Ada 3 pemenang totalnya.

Selasa, 25 April 2017

Foodtasting di Dewandaru Culture Restaurant

2 komentar
Senin siang (10/4/17), kelas Riset Kajian Media dan Budaya-ku dibatalkan sepihak oleh dosen. Duh, nyebelin kan? Padahal semua sudah siap, make up pun sudah terpasang sempurna di wajah (haha). Tinggal berangkat aja. Huft.
Yumm
Daripada mengeluh, aku langsung nge-chat mbak Apriska, Community Manager-nya Foody Surabaya. Jadi ceritanya, hari ini Foody Surabaya bakal ngadain food tasting di Dewa~ndaru Culture Restaurant, salah satu resto yang ada di Jalan Mayjen Sungkono No. 17-19 Surabaya Barat.  Sudah ditawari sejak beberapa hari sebelumnya, apakah user loyal Foody Surabaya (yang berjumlah 12 orang) mau ikut? Aku awalnya bilang ikut, lalu batal karena lebih memilih masuk kelas Riset Kajian Media dan Budaya. Lha kok dalam detik-detik terakhir kelasnya dibatalin?
Untung saja mbak Riska membolehkan aku ikut. Lega rasanya, daripada mendongkol karena kelas batal, mending ikut food tasting. Sekalian free lunch, hehe. Jam 11:41, aku langsung ngebut karena jarak rumahku dan Mayjend Sungkono itu jauuuh! Mana panas kentang-kentang pula, hiks. Tapi semua itu dijalani dengan tabah, demi ketemu anak-anak user loyal Foody lain dan ngobrol-ngobrol seperti sediakala. It’s been a long time, udah nggak ketemu sejak Januari 2017.
 

Goresan Pena Nena Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template