Selasa, 25 April 2017

Foodtasting di Dewandaru Culture Restaurant

Senin siang (10/4/17), kelas Riset Kajian Media dan Budaya-ku dibatalkan sepihak oleh dosen. Duh, nyebelin kan? Padahal semua sudah siap, make up pun sudah terpasang sempurna di wajah (haha). Tinggal berangkat aja. Huft.
Yumm
Daripada mengeluh, aku langsung nge-chat mbak Apriska, Community Manager-nya Foody Surabaya. Jadi ceritanya, hari ini Foody Surabaya bakal ngadain food tasting di Dewa~ndaru Culture Restaurant, salah satu resto yang ada di Jalan Mayjen Sungkono No. 17-19 Surabaya Barat.  Sudah ditawari sejak beberapa hari sebelumnya, apakah user loyal Foody Surabaya (yang berjumlah 12 orang) mau ikut? Aku awalnya bilang ikut, lalu batal karena lebih memilih masuk kelas Riset Kajian Media dan Budaya. Lha kok dalam detik-detik terakhir kelasnya dibatalin?
Untung saja mbak Riska membolehkan aku ikut. Lega rasanya, daripada mendongkol karena kelas batal, mending ikut food tasting. Sekalian free lunch, hehe. Jam 11:41, aku langsung ngebut karena jarak rumahku dan Mayjend Sungkono itu jauuuh! Mana panas kentang-kentang pula, hiks. Tapi semua itu dijalani dengan tabah, demi ketemu anak-anak user loyal Foody lain dan ngobrol-ngobrol seperti sediakala. It’s been a long time, udah nggak ketemu sejak Januari 2017.

Jam 12:20, aku sampai. Di meja tengah, mereka ngumpul jadi satu. Ada mbak Riska (tentunya), mas Hakim, mbak Belinda, ce Riana, dan lain-lain. Rupanya mereka selesai memesan menu. Aku duduk, dan langsung disuruh pesan menu minuman. Ngerasa clueless, aku secara random pesan Es 3 Dewa Teler Mabuk Asmara. What a unique name, right?
Let's join Foody!
Lalu, bu Manda mulai menjelaskan tentang resto Dewa~ndaru ini, yang ternyata satu kepemilikan dengan Kahyangan Resto. Beliau menjelaskan mengenai menu-menunya yang Indonesia banget, seperti banyak menu-menu pepes, oseng, dan lain-lain. Resto ini juga favorit kalangan keluarga, karena porsinya yang lumayan gede dan bisa buat sharing. Soal harga, cukup wajar buat ukuran restoran sebagus ini.
So nyaman~
Asyik juga ya suasananya. Arsitektur restoran terbuat dari kayu-kayuan, dihiasi dengan kolam ikan, taman yang rindang serta air mancur. Begitu menyejukkan, dan terasa di tempat yang ‘lain’. Nggak terasa kayak di pinggir jalan Mayjend Sungkono yang rame gitu, hehe. Oh ya, disini juga jual kain batik dan pakaian jadi, lho. Lengkap kan, resto satu paket sama butik? Hehehe.
Minuman pertama
Minuman kedua
Minuman ketiga
Minuman keempat
Naskah kelima
Nah, setelah dijelaskan sama Bu Manda, beberapa pesanan kita datang. Yang pertama datang adalah dari kategori minuman. It all looks very fresh! Enak banget kalau diminum di cuaca yang terik begini, hehe. Aku nyicipin yang minuman pertama dan ketiga aja. Sisanya diminum orang lain. Tapi sayang, karena terlalu lama difoto, es batunya jadi mencair dan nggak dingin lagi... hiks.
Lalu, ada menu unik datang. Kangkung yang diberi lapisan tepung dan digoreng kering! Inovasi baru nih! Rasanya unik, plus ada tambahan bumbu rujaknya lho. Kangkungnya yang crispy, disiram bumbu rujak yang manis, asam dan sedikit pedas! Yummy!
Nasi Iga
Sayuuuuur
Kol nenek
Kol nenek - flatlay
The best belut goreng tepung
Sate belut pedas
Gurame goreng saus asam manis
Ayam goreng sekar arum
Terima kasih Dewandaru Resto
Silih berganti menu-menunya datang. Mulai dari Nasi Iga (nasi, iga bakar, telur mata sapi, tahu, tempe dan urap-urap), Gurami Goreng Saus Asam Manis, sayuran, Pepes Belut, Sate Belut Pedas, Kul Nenek, Belut Goreng Tepung, Ayam Bakar 1 ekor, dan Ayam Goreng Kremes. Banyak ya? Beberapa menu belum dirilis ke publik, jadi kalau mau nyari di buku menu, nggak bakal ada. Oleh karena itu, food tasting sekarang jadi ajang uji coba makanan itu sebelum dilepas ke pasaran.
Foto-foto dulu dong
Seperti biasa, ritual para food blogger dimulai: #CameraEatsFirst! Semua makanan dipotret duluuuuu sampai kita ngerasa ada yang bagus buat diposting, hehe. Ada kira-kira 20-30 menit kita motret makanan, baru deh kita makan!
Sebelum makan, foto-foto dulu dong
Jadi sistemnya di Foody food tasting itu selalu pakai sistem sharing. Kita ambil secuil dari menu A, B, C, lalu taruh di piring kita. Otomatis, kita semua ngerasain semua menu makanan. Sistem ini juga membiasakan kita untuk nggak jadi orang yang egois. Harus bisa ngatur supaya semua kebagian, hehe.
Kuylah makan
Alright.. Aku ambil piring dan nasi, lalu ambil sedikit potongan belut goreng tepung, pepes belut, ayam bakar dan gurami goreng asam manis. Aku nggak ambil sayur, kul nenek, atau iga karena nggak doyan. Tapi sebenernya pengen ambil sate belut pedas sih, sayangnya nggak kebagian, haha.
It was a really good food, terutama belut goreng tepung dan ayam bakarnya. Sementara, pepes belutnya biasa aja bagiku, dan gurame goreng asam manis-nya agak susah dipotong, haha. Butuh tenaga buat nyendok daging gurami yang sudah agak keras itu. Untungnya, sausnya enak. Asam manis dan seger.
Dan setelahnya, kita semua dapat voucher khusus dari pemilik Dewandaru langsung lho! Berupa voucher makan di Kahyangan Resto dan Dewandaru Resto, masing-masing sebesar 50.000! Tanpa minimum payment pula. Terimakasih banyak!! Betapa hari yang menyenangkan!
Thank you Dewandaru Restaurant atas makanannya & voucher-nya, dan Foody Surabaya karena telah mengundang kami. Awesome day!

Side note:
Cerita-cerita heboh hihihi
Dari food tasting hari ini kita mengetahui beberapa hal:
·         Mas Hakim ternyata sudah lulus sidang skripsi! Dan dijadwalkan wisuda Juli/September! Wah wah selamat mas! FINALLY! Btw sampai sekarang aku nggak tau kamu angkatan berapa lho mas. Please kasih tau dong :(
·         Ce Riana baru pulang dari Vietnam dan heboh cerita-cerita soal kisah di luar negeri sama Mbak Riska (dia baru pulang dari Penang, Malaysia). Mereka heboh bicarain mulai dari tiket pesawat, street food lokal di luar negeri, sampai habis duit berapa juta, hihihi. Seru!
·         Mbak Belinda kapan nyusul lulusnya? Hehehe *kabur*
·         Voucher yang kita redeem dibagikan disini juga. Aku dapet Speed Resto, dan (harusnya) dapat voucher Hotel Bumi juga, tapi mbak Riska nyuruh ngemail dulu. Ending-endingnya? Voucher-nya dikirim via JNE. Hehehe.

Dewandaru Culture Restaurant
Jl. Mayjend Sungkono No. 17-19 Surabaya Barat
11.00-22.00 WIB

1 komentar:

Think twice before you start typing! ;)

 

Goresan Pena Nena Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template