Minggu, 07 Oktober 2012

Gath ICI Jatim #5 @Blitar : Kebersamaan yang Menyenangkan

Siapa bilang teman yang menyenangkan itu harus selalu teman yang telah lama kita kenal? Buktinya kali ini saya baru berknalan dengan anak-anak ICI (Idiot Club Indonesia, para penggemar Green Day) Jatim dan mereka sangat baik serta perhatian.
Kali ini mereka akan mengadakan gathering ke 5 di Blitar dan aku memutuskan untuk ikut. Seperti apakah kisah serunya? Ikuti yuk!

(30/9) Jarum jam menunjukkan angka 02.40 pagi buta. Aku, dengan senyuman diwajahku, langsung bangun dari tempat tidur untuk mandi dan berganti pakaian. Setelah itu, pukul 03.30 aku diantar oleh ayahku menuju stasiun Gubeng, tempat berkumpulnya kami.

Sepanjang jalan, ayahku berulang kali mengulang nasihat yang sama. Jaga diri, jaga pergaulan, jangan mendekati zinah. Aku hanya tersenyum ketika beliau bilang jangan mendekati zinah tersebut. Pikirku, bagaimana bisa zinah, diantara aku dan anak-anak ICI aja belum ada yang kenal. Tapi aku tetap menanamkan nasihat itu dikepalaku.

Sampailah di Stasiun Gubeng Baru dan ayahku masih belum bisa meninggalkanku sendiri disini. Okelah. Aku masuk, kukira udah ada gerombolan anak muda yang memakai T-Shirt dan membawa bendera logo ICI Jatim. Ternyata, tidak.

Aku duduk di kursi lalu sms mas Welo, katanya dia ada di Stasiun Gubeng Lama nunggu loket buka. Ceritanya kami akan naik kereta Penataran keberangkatan pertama (pukul 04.30) biar ntar cepet sampainya.

Tapi, Tuhan berkehendak lain. Pukul 04.22 Mas Wel telpon, mengabari bahwa tiket sudah habis dan perjalanan akan dialihkan dengan menggunakan bis. Oh, okay. Terserah sih.

Beberapa menit menunggu, datanglah seorang pria muda mengenakan jaket Green Day. Aku amati jaktnya dengan seksama lalu dia bertanya "Nena ya?" sembari mengulurkan tangan "Welo" ucapnya.

Dia mengambil tempat duduk disebelah kananku dan ayahku mulai mengorek informasi tentangnya dan perjalanan ini. Maklum, baru kali ini anak remajanya keluar jauh, dengan cowok pula. Pantaslah beliau khawatir.

Setelah itu, datanglah satu lagi anak ICI, Aan. Sebenarnya yang dari Surabaya ada 4 termasuk aku, tapi yang satu itu batal ikut. Setelah berdiskusi sendiri, mereka memutuskan untuk naik motor menuju terminal Arjosari.
Aku dibonceng mas Wel menggunakan revo kuningku, sementara mas Aan menggunakan motornya mas Wel. Sementara ayahku pulang naik becak atau apa. Melas. Haha.

Dinginnya udara pagi ini, apalagi motor kami melaju diatas 50 km/ jam, membuat tanganku membeku. Oh Tuhan, aku butuh sesuatu yang hangat! XD

Disekitar Sidoarjo, motor kami menepi untuk mengisi bensin, lalu lanjut perjalanan ke Terminal Arjosari.
Kira-kira pukul 07.30, kami bertiga sampai di Terminal Arjosari, berarti kami telah melakukan perjalanan selama 2 1/2 jam. Cepat juga, batinku. Maklum, tadi lumayan ngebut karena jalanan cukup lengang. Lalu 2 motor tadi kami parirkan ditempat penitipan.

Sembari menunggu satu anak lagi, yaitu Mbak April, kami memutuskan untuk nongkrong di warung kopi daripada tadi berdiri di panasan kaya orang hilang :p
Mereka berdua memesan secangkir minuman hangat, namun aku tidak, gak mood. Bukan kehangatan macam ini yang aku butuhkan, hihihi XD
#glodakk

"HBP kon, Nen!" kata temanku kalo pikiranku udah mulai gila.

Setelah menunggu selama sekitar satu jam, kami bertiga masuk kedalam Area Terminal. Berjalan bertiga gini mengingatkanku dengan video clip Green Day yang Boulevard of Broken Dreams. Bedanya, disini suasananya cerah dan ga suram.

Tak lama kemudian, kami menemukan mbak April, dan langsung melesat kedalam bis. Sekitar 20 menit kemudian, bis mulai berjalan. Aku lirik jam tanganku. Pukul 09.30. Didalam bis aku duduk dengan mbak April, sementara Mas Wel dan Mas Aan didepan kami. Perjalanan berlangsung cukup lama, 2 jam lebih, meski bis udah ngebut ga karuan tapi tetap lama.

Ah, shit, mual! Jalannya ke Perpustakaan Bung Karno, tujuan kami, berliku-liku banget! Untung saja aku belum makan, jadi ga muntah. Butuh perjuangan, banget, bis udah ngebut, jalan berliku-liku tapi lamaaa nyampe. Eh tapi ga seseram ilustrasi diatas sih.

Ah, andai disini ada gank Nero, atau Trio Sempel +1, mungkin rasa mual ini akan hilang berganti dengan tawa cekikikan kami :D

Akhirnya, sampailah di pertigaan yang menjadi titik temu antara kami berempat dengan mas Reyga dan temannya, yang berbaik hati menawarkan jasa membonceng hihihi. Jalan beberapa meter lalu sampailah. Rundingan sebentar, lalu cewek dulu yang dibonceng ke Perpustakaan Bung Karno.

Ternyata jarak antara titik pertemuan kami dengan Perpus hanya beberapa ratus meter *cegek mode : on*
Akhirnya, sesudah nganter kami, mas yg bantu nganter tadi pulang. Big thanks!



Lalu, kami muter-muter, ga jelas mau kemana, akhir'e narsis-narsisan dulu didekat patung Bung Karno. Setelah itu capcus cari tempat yang adem buat ngumpul.


Then, acara gath dibuka. Perkenalan dimulai dari Mas Welo, Mas Aan, aku, Mbak April dan terakhir mas Reyga. Saling bercerita bagaimana awal kami mengenal Green Day dan lagu serta album apa yang membuatku tertarik. Mas Wel dari tahun 2004 (Era American Idiot), Mas Aan dari tahun 2010 dengan lagu pertama Boulevard of Broken Dreams, aku dari 2010 dengan lagu 21 Guns, Mbak April dari era AI juga, dan mas Reyga dari SD, haha, tapi intensif suka GD dari SMP. Interest :)

Ketika aku bercerita awal ku menyukai GD.

Lalu, bahan obrolan mengalir begitu saja. Tentang GD di iHeart Radio, album barunya (trilogi Uno-Dos-Tre), acara A Tribute to Green Day yg akan dilaksanakan November, GD yang pernah tampil di Indo tahun 1996 (aku belum lahir. hiks.) dll. Serba menarik, saling berbagi cerita dan kisah layaknya teman lama.

Setelah itu, pukul 13.00-an, gath ditutup. Ada waktu bebas yang digunakan untuk jalan-jalan berkeliling atau shalat. Karena aku in a period, jadi aku ga shalat. Dehidrasi, beli minum ah.Sekalian keliling. Nemu gantungan kunci buat oleh-oleh, soalnya disini mah kaos, tas itu mahal meski udah ditawar sampe setengahnya.

15-20 menit kemudian, ngumpul lagi, kali ini kami menuju area makam. Mereka ragu-ragu, tapi aku cuek aja langsung ngajakin mereka masuk. Disana rame, penuh dengan penduduk lokal yang pake busana muslim, kulihat sekilas, saling memanjatkan doa. Asal jangan minta doa ke makam sih. Dosa gede syirik itu mah.

Eh narsisnya ga ketinggalan lho :)

Aku melayangkan pandangan ke tiang bendera sambil bergumam, lho kenapa kok benderanya setengah tiang ya? Ada yang jawab, iya hari ini kan peringatan G30SPKI. Ya Tuhan, kami lupa akan sejarah bangsa sendiri --"

Lalu, kami keluar dari pintu masuk tadi, untung penjaganya ga ada, kalo ada, mungkin kami bisa dikutbahi hihihi :D

Langsung capcus menuju area Museum. Isinya beragam, mulai dari lukisan, bendera, uang yg katanya bisa melipat sendiri ditangan orang orang 'istimewa', koper Bung Karno, gong, koleksi perangko, patung Garuda gede, logam mulia yang bergambar bung Karno hingga kitab bertuliskan huruf Sansekerta. Istimewa.




Lunch time, masuk ke rumah makan. Pesen makan, trus foto-foto ga lupa hihi :D

Setelah itu, kami berencana untuk pulang. Udah hampir jam 3. Kali ini Mas Reyga cuma nganterin aku dan Mbak April, itupun 2 kali bolak-balik. Iyalah, emang muat bertiga dalam satu motor --"
Disamping itu Mas Wel sama Mas Aan naik becak berdua.

Dihalte, seorang kondektur turun menghampiri kami, menawarkan naik ke bisnya, tapi Mbak April udah tahu kalo bis ini ga turun pas di Arjosari. Jadi, bualan si kondektur lewat begitu saja, kami tak tergoda akan janjinya untuk mencarikan kami angkutan menuju Arjosari :)

Beberapa menit kemudian, bis yang tepat lewat dan kami langsung masuk. Masih ada space untuk duduk.
Di perjalanan, mual yang tadi menghilang datang lagi. Oh tidak! Aku menggigit lidahku, berusaha menahan peasaan untuk muntah. Tapi, jalan maut berliku dan sopir yang ngebut membuatku tak tahan. Aku sambar kantong plastik dari tangan Mbak April. Namun aku kalah cepat, akibatnya kerudungku terkena walau sedikit. Yah, terpaksa dilepas deh. Padahal ini kan aurat, aku jadi merasa sangat berdosa dan seperti telanjang. Swear, ga biasa kalo ga kerudungan mah.

Pukul 17.00, kami sampai di Arjosari. Lega banget turun dari 'tempat eksekusi' tadi. Kondisiku sudah lebih baik, terima kasih Tong Fang :))

Ambil motor, lalu shalat maghrib dulu, sekalian cuci muka. Berasa kucel banget mah, kaya kain pel belum dicuci --"

Balik ke Kota Pahlawan, jalan Raya utama di Malang macet. Maka dari itu kami isi tenaga dulu di warung. Sesudahnya, siap untuk perjalanan panjang dengan formasi seperti tadi pagi, kali ini Mas Aan kebagian bonceng Mbak April.

Kanan kiri truk dan mobil, saling merayap walau tak terlalu parah. Sesampainya didaerah Pasuruan, baru agak lenggang. Ngebut lagi, biar sampe di Surabaya ga kemaleman.
Akhirnya, pukul 21.00, Mbak April turun dan kami berpisah dengannya, lalu Mas Aan berpisah dari kami sebentar, katanya ada yg penting. Arah kami pun berbelok menuju ke daerah Bratang. Entah kenapa berenti disini.
Kemudian saat ku bilang, pintu rumahku bakal ditutup, Mas Wel langsung tancap gas menuju rumahku, ngelewati daerah jalan menuju basecamp Pecinta Alamku dulu. Sepi gila, jadi nyetirnya kaya Pedrosa hihihi :D

Pukul 22.00, sampailah kami dirumahku. Setelah berpamitan dengan orang tuaku, Mas Wel diantar ayahku menuju tempat bertemu dia dengan Mas Aan, mereka berdua akan berboncengan untuk mengambil motor Mas Aan yang masih terparkir di Gubeng.

It was exhausting but it was so fuckin' fun!
Benar-benar ga menyesal, serius :)

4 komentar:

  1. perjalanan yang panjang....
    acungi 5 jempol deh buat kalian GREENDAZE jatim ,,,moga nambah banyak anggotanya...ttp semangat...

    Salam hangat dari
    Idiot Club Indonesia(chapter Tangerang)....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, melelahkan tapi menambah pengalaman.
      makasih banyak ya atas dukungannya :)
      *bighugs*

      Hapus
  2. mantab neng Nena, gw terkesan perjuangannya nunggu di stasiun, perjalanan motor ke malang, benar-benar program diet yang sehat, wkwk PEACE ^^v

    GO ICI JATIM...!!!

    nb: maaf ga bisa ikut kmaren jadi panitia seminar di kampus

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha apaan sih, emang capek tapi saat perjalanan pake motor ya mana capek, namanya juga dibonceng hihihi :D

      chibi chibi, go go go :p

      oh udah kuliah ya, kirain masih sma, wajahnya masih tengil gitu hihihi *kabur*

      Hapus

Think twice before you start typing! ;)

 

Goresan Pena Nena Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template