Tampilkan postingan dengan label Kehidupan Mahasiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan Mahasiwa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Januari 2017

Mengganti KTM (Mandiri Syariah) UNAIR yang Rusak

0 komentar
Dua tahun sudah aku jadi mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Dua tahun juga, KTM atau kartu tanda mahasiswa setia menemaniku. Entah untuk ke perpus, ujian, atau ambil uang. Yaps, keistimewaan KTM UNAIR adalah KTM itu jadi satu dengan  rekening kita. Ibaratnya, KTM sekaligus kartu ATM. Entah sudah berapa ratus transaksi kulakukan dengan KTM itu.
            Nah, sekitar bulan Desember 2016, mulai ada masalah dengan KTM-ku. Agak sulit dimasukkan ke mesin ATM, seringkali muncul tulisan “apakah kartu anda sudah dimasukkan dengan benar?” di layar mesin ATM. Aku yakin itu karena kondisinya yang sudah bulukan (hologram hitamnya mulai pudar dan plastik pembungkusnya mulai mencuat kesana-sini), alias sudah rusak kondisi fisiknya. Namun, masih bisa dipakai, hingga kemarin (20/1/2017), sudah benar-benar gak bisa, walau ku coba ke mesin ATM hingga 5 kali lebih.

Sabtu, 24 Desember 2016

Diklat APS 2016 [Hari Ketiga]

0 komentar
Demi kebijakan organisasi, maka detail-detail kegiatan pagi buta ini sedikit disamarkan. Yang jelas, kami, panitia, melakukan hal-hal yang melelahkan hingga fajar terbit. Keliling dan selalu mobile dari satu tempat ke tempat lain, dan tiap panitia punya tempat serta jobdesk-nya masing-masing. Yang jelas, semua panitia berperan malam ini, dibantu pula dengan senior-senior yang non-panitia serta alumni yang sengaja hadir. Terima kasih untuk kalian semua hehe. Aku ber-partner dengan Fafa dalam satu tempat yang sama, dan berkeliling hingga 7 kali bolak-balik, bahkan lebih. Lelah, sudah jelas. Ngantuk? Jangan tanya lagi.
Burem yha :(
            Akhirnya, langit pun berubah. Dari awalnya gelap dan penuh bintang yang berpendaran, menjadi kebiruan dan terang. Suatu malam yang magis, sunyi dan penuh dengan bintang, sementara indera pendengaran kita dimanjakan dengan suara debur ombak yang tak henti-hentinya menghempas. Magical. Sampai sekarang, masih merindu suara ombak dan malam yang magis itu.

Selasa, 20 Desember 2016

Diklat APS 2016 [Hari Kedua]

0 komentar
Hari ini (Sabtu, 17 Desember), aku cuman tidur satu jam setengah. Apalagi kalau bukan karena nulis live report diklat di blog. Aku terbangun jam 5 pagi, dan beberapa panitia sudah berdiri di depan pintu, saling ngobrol dan bercanda. Aku bergegas bangun, ambil hape dan DSLR milik Shella, lalu berlari ke pantai, tanpa cuci muka, ganti  baju atau mandi. Suara ombak yang berdebur keras membangunkan instingku, aku penasaran sekali pengen tau seperti apa wujud pantainya. Dan aku menemui satu pemandangan menonjol: laut.
Pagi dari Sowan!
            Kalau kondisi sudah terang begini terlihat indah sekali. Mari kita deskripsikan satu persatu. APS tinggal di rumah kayu kecil bercat warna biru muda dan putih, terletak hanya beberapa puluh meter dari bibir pantai. Halamannya berumput hijau segar, dan keluar dari sana ada jalan lebar. Ada tiga percabangan jalan: lurus, kiri atau kanan. Lurus menuju ke ujung tebing yang curam, menghadap langsung ke laut dengan ombaknya yang bergelora. Kiri, adalah dataran berpasir berkombinasi dengan rumput dengan pepohonan lumayan lebat, dan biasa digunakan untuk area camping. Sementara, kanan adalah jalan untuk menuju ke pantai. Jalan resmi, sudah dibikinkan setapak untuk memudahkan pengunjung berjalan-jalan.

Sabtu, 17 Desember 2016

Diklat APS 2016 [Hari Pertama]

0 komentar
Akhirnya... Event yang dinanti-nanti datang juga. Setelah rangkaian kegiatan yang padat berkaitan dengan penerimaan anggota baru APS (UKM Fotografi Universitas Airlangga), seperti PUKM, Magang dan Wawancara, kita sampai di tahap final: DIKLAT. Diklat diadakan pada tanggal 16-18 Desember 2016, di Pantai Sowan, Tuban. Iya, kamu nggak salah denger. Emang di Tuban, provinsi paling barat di Jawa Timur, berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah. Jauh kan? :)
Pas lagi materi, di villa :)
            Selain karena pengen refreshing (beda ama diklat-diklat lain yang cenderung memilih kota Malang, Pasuruan, Batu atau Mojokerto), juga karena pengen nyoba suasana baru (biasanya di dataran tinggi, sekarang di dataran rendah). Kapan lagi main ke pantai bareng-bareng? Pemandangannya bagus pula. Tapi, keistimewaan itu memiliki harga yang harus dibayar: perjalanannya jauh! Kira-kira, ada 4-5 jam yang harus kami tempuh untuk kesana, belum lagi kalau jalanan macet hehe.

Rabu, 14 Desember 2016

Seru-Seruan di Event Musik After Exam

0 komentar
Sabtu kemarin (10/12), event yang direncanakan selama satu bulan lebih akhirnya berjalan juga. Event itu bernama After Exam sebuah event musik dan band-bandan yang diselenggarakan oleh Unair Music Community (UMC). Bertempat di Vitu Hall, Lantai L2 BG Junction Mall Surabaya, mulai dari jam 13.00 hingga 21.00. Aku disini akan bercerita dari sudut pandang seorang panitia, khususnya dari sudut pandang seorang koordinator PubDok (publikasi dan dokumentasi).
            Oke, mari kita bercerita soal sejarah UMC dulu. Unair Music Community ini adalah komunitas anak-anak yang hobi main musik (lebih spesifik: band), yang dibentuk sejak Agustus 2014. Inisiatornya adalah Satria, seorang mahasiswa FH Unair angkatan 2014, yang kemudian mengajak temen-temennya dari fakultas atau temen SMA-nya, dan juga bikin publikasi di grup Facebook Mahasiswa Baru UNAIR (aku taunya dari sana) lalu kali pertama diadakan perkenalan dan jamming di danau Kampus C UNAIR. Semester 1 aku lagi giat-giatnya bermusik, tapi semakin kesini semakin meredup digantikan hobi baru (naik gunung and another outdoor activity). Kemudian, tiap semester selalu ada kegiatan lho. Semester 2 di Paranada Music Studio, semester 3 di P-Two Cafe dan semester 4 di Rotbar7 Cafe. Masih dalam skala kecil, yang hanya diisi oleh internal UMC dan kalangan pemusik internal UNAIR sendiri.
            Kemudian, munculah ide untuk membuat event yang agak gedean, lebih prestise, dengan suatu misi tertentu. Sekalian sounding ke publik bahwa we are exist. Bahwa UNAIR juga punya komunitas band, masa kalah sama universitas lain? Nggak jauh beda sama komunitas peminatan lain, band punya minat tinggi, dan minat itu harus diwadahi menjadi legal dan resmi (ehem). Kita juga pingin menjadi organisasi resmi dan punya sekre (hehehe). Lagipula, band kan termasuk seni dan segala bentuk seni harus diapresiasi. Toh kita juga nggak destruktif dan merusak, ya kan?

Senin, 05 Desember 2016

PKL di Ngawi [Hari Keempat]

0 komentar
Minggu, 4 Desember 2016.
Malam ini tidurku nggak nyenyak. Sedikit-sedikit terbangun, lalu tidur lagi. Akhirnya, jam 4 pagi aku memutuskan untuk bangun saja, sembari melenggang ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekaligus berganti pakaian. Setelah aku, giliran anak-anak untuk mandi. Segera ku kemas-kemas barang bawaan dan ku masukan ke tas. Lalu, aku membuka laptop untuk menuliskan artikel “PKL di Ngawi [Hari Ketiga”. Satu jam kemudian tulisanku selesai dan ku unggah langsung ke blog.
Sesudah packing, kami bersiap-siap untuk pamitan. Kami menyerahkan satu kotak yang berisi satu set teko beserta uang dalam amplop ke Bu Kades. Beliau berpesan agar hati-hati di jalan sekaligus kalau ada kesempatan main ke Ngawi lagi, jangan sungkan-sungkan untuk menginap di rumah beliau. Kami berfoto bersama di depan rumah bersama Pak Kades, lalu pamitan dan memasukan tas ke dalam mobil.

Minggu, 04 Desember 2016

PKL di Ngawi [Hari Ketiga]

0 komentar
Sabtu, 3 Desember 2016
Pagi ini diawali dengan belanja ke pasar. Aku ikut Angel dan Ilham belanja karena penasaran dengan pasar disini seperti apa bentuknya, hehe. Jam 6 pagi kami berangkat, aku membawa uang 20 ribu (buat nyari sarapan atau gorengan daripada kelaparan nunggu temen-temen masakin) dan kamera digital. Sekalian bikin video untuk ngerekam suasana sekitar.
            Setelah berjalan kurang dari 10 menit, kami sampai juga di pasar desa Pelangkidul. Rame juga, semua pada belanja jam segini. Pertama-tama, Angel menuju ke penjual sayur. Ia membeli kacang panjang 1000. Nyari kecambah buat pecel, tapi rata-rata pedagang menjual kecambah untuk rawon. Akhirnya nemu kecambah yang diinginkan dan membeli 3000 sekaligus. Kami membeli telur, bumbu, kerupuk dan aqua gelas sekardus juga. Sementara aku membeli 12 biji gorengan yang terdiri dari tahu isi, dadar jagung dan cireng goreng. Semuanya harganya Rp. 500. Jadi totalnya Rp. 6.000.

Sabtu, 03 Desember 2016

PKL di Ngawi [Hari Kedua]

0 komentar
Pagi akhirnya menyinari desa Pelangkidul, kecamatan Kedunggalar, kabupaten Ngawi. Aku terbangun karena anak-anak sudah mulai bangun. Jam 5 pagi. Semalam tidurnya nyaman banget, karena kasurnya empuk dan hawanya sejuk, hehe. Jadi rasanya masih malas untuk pergi ke kamar mandi, jadi (seperti biasa) aku memutuskan untuk ke kamar mandi dengan urutan paling terakhir.
Hi Pelangkidul!
            Hari ini Ilham dan Angel pergi ke pasar buat belanja. Mereka jalan kaki karena pasarnya lumayan deket dari rumah tempat kita tinggal. Kita cuman beli lauk, sayur dan bumbu karena keluarga pak kades memberi beras dan peralatan memasak secara cuma-cuma. Dikasih uang sekitar Rp. 100.000, dengan estimasi belanja sekitar Rp. 50.000 lah. Tapi, kita diberi tahu kalau pagi ini sarapan sudah tersedia dan dimasakin oleh istrinya pak kades. Namun, kita tetep belanja buat makan nanti siang dan malam.  

Jumat, 02 Desember 2016

PKL di Ngawi [Hari Pertama]

0 komentar
Hi everyone! Tebak aku berada dimana sekarang? Yup, kaki dan tubuhku nggak lagi memijak bumi Surabaya sekarang, namun tengah berada di suatu kota di ujung Barat Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Ngawi. Nggak lagi liburan sih, tapi lagi mengikuti PKL (Praktek Kerja Lapangan) mata kuliah Komunikasi dan Modernitas. Intinya: NUGAS, tapi sembari having fun hehehe.
            PKL ini sudah direncanakan sejak awal perkuliahan, yakni pas awal bulan September. Dosen yang mengajar adalah Bu Ida, Pak Yayan dan Bu Sri. Suatu kewajiban dan tradisi turun temurun kalau mata kuliah ini SELALU ada PKL di luar kota. Karena kita meneliti suatu daerah sudah ada aspek modernitas atau belum. Apakah suatu daerah civilized atau masih indigeneous? Bagaimana pola pikir masyarakatnya? Bagaimana masyarakat menyikapi media dan fenomena komunikasi lain? Dan sejenisnya.

Selasa, 25 Oktober 2016

Berkunjung ke Rumah Sakit dengan APS 2015

0 komentar
Jum’at lalu (21/10), aku dan 4 anak Airlangga Photography Society (APS) angkatan 2015 merencanakan ke rumah sakit buat menjenguk Mbak Dita, senior APS, yang habis kecelakaan. Udah merencanakan dari beberapa hari lalu dan sepakat berangkat Jum’at pagi. Namun, karena masih hari kuliah, maka yang bisa datang pun cuma sedikit.
Jam 10 pagi kami kumpul di Gazebo FIB. Aku langsung kesana setelah kelas Komunikasi Internasional, dan mendapati hanya ada Risca dan Maul. Ngobrol-ngobrol sejenak, lalu Yuka datang dan Maul pergi sebentar buat beli oleh-oleh buat Mbak Dita. Tak lama kemudian, giliran Derryl yang datang. Karena tak ada anak APS 2015 yang datang lagi, terpaksa hanya kami berlima yang berangkat.

Senin, 17 Oktober 2016

Workshop Fotografi di Pancious Ciputra World with Anak-anak APS Unair

0 komentar
It’s been a long time gak keluar sama anak-anak APS Unair. Keluar itu berarti ikutan acara eksternal APS ya, kalau kegiatan PUKM sama Magang mah nggak dihitung. Terakhir kali sih ikutan acara launching product Fuji di Diandra Convention, sekitar Maret 2016, dengan Rahma, Ronald dan Mas Adi. Nah sekarang, aku mau cerita soal going out dengan anak-anak APS Unair juga, ke Workshop Fotografi bersama @riomotret di Pancious Ciputra World.
@apsunair x @riomotret
            Jadi, ceritanya adalah Fafa sang admin Line@ APS Unair, mendapat undangan dari pihak Pancious untuk ikutan workshop tadi secara gratis. Maksimal anak yang diundang adalah 5 orang. Maka, Fafa langsung menyebarkan undangan ke grup APS Hore, lalu dengan cepat anak-anak mendaftar juga, termasuk aku. Dan pada akhirnya, dipilih dari yang paling cepat daftar, yakni Mas Nyono, Mbak Pipit, Fauzi (Ujik), aku dan Fafa sendiri. Workshopnya diadakan pada tanggal 15 Oktober 2016, jam 10:00-13:00 waktu setempat.

Selasa, 04 Oktober 2016

Farewell Party AMERTA 2016

0 komentar
Jum’at lalu (30/9), ada acara penutup buat panitia AMERTA 2016. Udah diberitahu dari jauh-jauh hari kalo ada farewell party, dan di detik-detik terakhir aku memutuskan datang. Aslinya sih aku gak bisa datang. Kalau sesuai rencana, hari Jumat sampai Minggu ini aku rencana ke Gunung Wilis, tapi gak jadi karena suatu alasan tertentu. Maka... yaudah, aku datang ke acara ini. Hitung-hitung perpisahan lah sama panitia-panitia AMERTA 2016 lain (padahal yang aku kenal cuma anak-anak PK Garuda 5 dan beberapa wajah-wajah yg familiar, meskipun ga pernah ngobrol).
            Jadi, acaranya berlokasi di kampus C, tepatnya di sebelah sekre BEM dan asrama puteri. Ada jalan yang di-paving, tempat parkir motor lebih tepatnya. Anak-anak AMERTA duduk di alas yang dahulunya dipakai untuk konfigurasi. Aku bertemu Rina (anak PK) dan Nabila (koor PK Garuda 5), selain itu ga ada orang lagi yang aku kenal. Well.. Sebenernya sudah ada sekitar 20-30 panitia lain, tapi aku ga kenal. Shella dan Isya (pubdok) pun ga ada. Mungkin karena aku datang terlalu ‘pagi’ (jam 4 sore), belum datang atau mereka yang memang berhalangan hadir?

Rabu, 31 Agustus 2016

Sepenggal Kisah dari AMERTA UNAIR 2016

0 komentar
STILL CAN'T BELIEVE AMERTA 2k16 BERAKHIR!!!
Begitu banyak memori indah terukir, yang puncaknya adalah hari ini. Mulai dari awal, aku daftar Amerta buat Sie Pubdekdok sama Shella Norma, temen APS (UKM Fotografi), eh malah Shella yang diterima dan aku enggak :(

Sedih, sedih, sediiiiih banget, ngerasa terbuang, hampa, mungkin karena waktu diwawancarai aku bilangnya "Gak punya kamera, mas."

Rabu, 10 Agustus 2016

Ready for AMERTA 2016?

0 komentar
       Alright, it’s 10th August, eight more days to our big event: AMERTA Unair 2016! It’s been a while since I signed up Amerta as a photographer of the event, but ended up being a PK’s staff (pembimbing kelompok a.k.a tutors). Damn, how can I ended up in here? My skill is in photograph, said me to myself at the time. Being PK’s staff is unpredictable, and annoying at first, because it’s not what I want. I felt like stay in a strange planet on the middle of nowhere. And it’s the very first time I took a job as a PK’s staff and I don’t know what to do.
       But, time passed and now I’m enjoy with my position. It’s a chance to getting out of comfort zone. I spent almost whole of my life to being photographer or videographer, and now I’m out of my comfort zone. I met so many people, including PK’s staff itselves, which has more than one hundred members, the freshmen (a.k.a MABA/mahasiswa baru), another staffs in Amerta PPKMB Unair, a lot of new people. It’s challenging, you know.

Jumat, 01 April 2016

Pesta UKM : A HAPPY TIME

0 komentar


This is could be the best moment I ever had. Mau tahu kenapa?
            Semua bermula dari ajakan Ketua APS (Airlangga Photography Society) yang baru, mas Adi, buat ikut di acara bernama Pesona Airlangga. Itu nama resmi dari acara yang akan ku datangi Rabu lalu (30/3). Dari poster viral-nya, menyebutkan bahwa acara itu bakal berisi dengan launching buku UKM (yang menceritakan tentang 36 UKM yang ada), pesta UKM (makan-makan bareng) dan diisi dengan banyak bintang tamu, baik dari internal (UKM-UKM itu sendiri yang perform) hingga eksternal (kayak ITS Jazz dan D’Kadoor). Diadakan di Student Center (SC) kesayangan.

            Wah, menarik dong. Apalagi, per UKM hanya diberi kuota 15 orang saja untuk dapat voucher makan, tapi siapapun boleh datang kemari sebenarnya. Selepas kuliah Penulisan Kreatif, aku langsung ke Student Center. Saat aku datang, panitianya lagi sibuk ngurusin ini-itu, penontonnya pun belum banyak, paling hanya di bawah lima puluh orang, yang duduk di tangga kecil lantai satu. Aku langsung naik ke atas, ke sekre kesayanganku (sekre APS) dan menemukan bahwa pintunya dikunci.

Selasa, 01 Maret 2016

First Day Back to the College : Gloomy All Day

0 komentar


After a long holiday, I came back today (29/2) as a fourth semester college student. I’m not excited to get along again in study, I don’t know why. Last semester, I still remember that I begin the day with happiness and I even said to myself: “Come on, I can’t wait for today, I’m so excited! I would be very serious and study hard to increase my GPA.”
And, I prove my words. My GPA has increase on third semester.
            Today? I think, I had enough. I’m bored and I will kill myself after suffer for this feeling. Waiting for my good mood back. At least, I need something, or someone, to bring back my mood into a normal condition. I want to meet someone so bad. Someone that I always think every single day. But.. I know, I would never meet this guy on my major or my faculty. The only place I will meet with him... On the student center, on the same hobby club as I am.

Minggu, 28 Februari 2016

Rapat yang Berantakan (Serangan Kecoa, Banjir, Mogok dan Basah Kuyup)

0 komentar
Huah, senangnya berada didalam rumah yang hangat dan nyaman, setelah setengah hari ditimpa dengan kesialan yang bertubi-tubi. Ya, kemarin (26/2) bisa dibilang hari paling sial dalam seminggu, bahkan satu bulan ini. Bukan hanya padaku, tapi pada teman-temanku sesama panitia Commersale dan (hampir) seluruh penduduk Surabaya. Februari ini memang sensasional, terutama hari-hari belakangan. Hujan yang turun deras, seperti keran yang mengucur tanpa henti dari langit Surabaya. Durasinya lama pula, bisa berjam-jam non-stop dan seringnya, terjadi pada siang, sore bahkan malam. Menciptakan genangan air di jalanan, bahkan, beberapa jalan tertentu bisa terendam hingga setinggi betis orang dewasa.
            Nah, Jum’at kemarin (26/2) pun tak luput dari pengecualian. Niatnya mau rapat rutin, setelah shalat Jum’at, tapi lokasi awal rapat yang rencananya diadakan di Grand City, diubah ke KBU, gedung A FISIP. Enaknya sih, gak perlu bayar parkir (hehe), tapi aku curiga sama langit yang mendung siang-siang gini. Saat rapat tengah berlangsung pun, jam 13:30-an saja gerimis mulai turun, lalu dilanjut dengan hujan angin yang sangat deras. Selokan FISIP yang kecil mungil itu meluap, tak mampu menampung air sebegitu banyaknya. Akhirnya, dalam waktu kurang dari dua puluh menit pasca hujan pertama, bagian luar FISIP terendam.

Rabu, 13 Januari 2016

It's Time to DIKLAT!

0 komentar
Hi there, kembali lagi flashback, hehe, moga ga bosen ya!
          Kali ini aku akan bercerita tentang kisah dibalik DIKLAT APS (Airlangga Photography Society) angkatan 2015. Huah, finally kami sampai pada tahap ini, setelah berbulan-bulan berjuang, melewati langkah demi langkah yang panjang. Menanti-nanti dengan cemas. Menyisihkan ratusan orang yang juga ingin jadi anggota. Perjuangan tinggal selangkah lagi, setelah itu kami akan jadi anggota resmi.


‘Pasukan’ kami yang ikut diklat berjumlah 25 orang. Cukup sedikit. Padahal, ada sekitar 32 orang (kurang lebih) yang lolos tahap wawancara kemarin, tetapi yang possible ikut diklat hanya 25 orang saja. Sisanya? Beragam. Mulai dari ada praktikum (yang katanya ga bisa ditinggal), ada acara hingga ada anggota keluarga yang sakit. Sedihnya, kenapa semua itu harus berbenturan dengan waktu diklat. Dengan berat hati, mereka yang ga ikut diklat harus tertinggal :(
Diklat diadakan selama 3 hari 2 malam, 20-22 November 2015, berlokasi di Taman Dayu Pasuruan. Persepsi pertamaku ketika mendengar lokasi itu? Hmm, fancy! Pasti mewah, eksklusif, sangar, batinku *agak sok tau* *padahal belum pernah masuk ke dalam, cuma sering lewat depan Taman Dayu aja*
Oh ya, postingan ini bakal cukup panjang, akan kuceritakan semua mulai dari hari pertama hingga terakhir....jadi tegarkan hatimu kawan :D

Minggu, 03 Januari 2016

Magang APS (2) - Dari Hunting Sampai Bikin Pameran Sendiri

0 komentar
Hi luv.
Akan ku tuliskan ini sebelum aku lupa.
            Jauh sebelum aku dan 24 orang kawanku lolos dan resmi menjadi anggota Airlangga Photography Society (APS), kami harus melewati tahapan-tahapan dan medan yang cukup panjang dan melelahkan. Tahapan paling awal adalah mendaftarkan diri, PUKM (Pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa), magang, wawancara, baru diklat dan resmi menjadi anggota APS. Dan total semua rangkaian kegiatan itu....menghabiskan waktu sekitar 3 bulan, mulai dari September hingga November.
            Setelah kegiatan PUKM, kami, seratus orang lebih yang lolos dari PUKM melanjutkan ke tahap magang. Apa sih magang ini? Apa kita kerja trus dapat duit dari APS? Wah enak bener, tuh! *kemudian dikeroyok seluruh penghuni sekre* Ehm, konteks magang disini sih beda dengan yang kita pahami di luar.  Yang jelas, esensi dari magang adalah untuk mendekatkan diri pada calon anggota satu ke calon anggota lainnya. Kita semua datang dari seluruh penjuru UNAIR, dari berbagai macam jurusan dan berbagai semester *eh* *anak semester tiga curhat*. Jelas, kita belum kenal satu sama lain dengan baik, apalagi PUKM cuma kenal sama anggota kelompoknya doang, itu pun hanya dua hari saja kegiatannya. Waktu magang adalah dua minggu (30 September-14 Oktober 2015), dengan serangkaian kegiatan-kegiatan yang cukup padat, dirasa cukup untuk menumbuhkan kedekatan ke sesama anggota.

Senin, 09 November 2015

Jadi Anak Magang APS 2015, Serasa Nemu Keluarga Baru

2 komentar

Lolos dari tahap PUKM APS (Airlangga Photography Society) 2015, aku dan seratus-an anak lainnya lanjut ke tahap magang. Bisa dibilang, tahap ini cukup menentukan apakah nanti kami, calon anggota, bisa diterima atau tidak menjadi anggota resmi APS. Tahap magang sendiri dilaksanakan mulai tanggal 31 September – 14 Oktober 2015. 2 minggu. Tahun lalu, 2014, magangnya lebih lama yakni selama 3 minggu.


            Konteks magang disini adalah calon anggota APS harus melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menambah skill fotografi, juga sebagai penilaian apakah calon anggota ini punya kapasitas untuk jadi anggota resminya nanti. Apakah dia bakal jadi anggota yang aktif dan punya inovasi-inovasi untuk memajukan APS? Atau justru jadi pasif, menghilang dan jarang hadir? Perilaku-perilaku, ucapan dan bahkan nonverbal pun bisa dinilai oleh tim magang dan anggota APS lain sebagai juri! Disini, semua akumulasi tindakan verbal dan nonverbal kita akan dijadikan parameter untuk menentukan lanjut tidaknya calon anggota menjadi anggota resmi.
 

Goresan Pena Nena Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template