Tampilkan postingan dengan label Pendakian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendakian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juli 2016

Liburan, Ngapain Aja ya Enaknya?

1 komentar
     Wah, wah, akhirnya liburan semester datang juga! Siapa sih, yang tidak suka? Mulai dari anak SD hingga mahasiswa sepertiku amat menyukai hari libur, hehe. Ini adalah waktu dimana kami bisa bebas bangun siang dan begadang hingga malam. Oke, hari ini, Minggu (10/7),  aku baru terhitung libur satu minggu, dan masih ada sisa puluhan hari lagi hingga hari masuk kuliah pada tanggal 5 September 2016. 
Ilustrasi liburan: HAPPY!
      Aku punya banyak agenda di liburan ini. Sebagian besar waktuku nanti bakal dihabiskan untuk dua acara penting, yakni kepanitiaan AMERTA 2016 dan pendakian di Gunung Argopuro. Aku memutuskan bahwa tahun ini akan berkontribusi sebagai panitia AMERTA, yakni agenda penyambutan mahasiswa-mahasiswi baru Universitas Airlangga. Namun, aku di AMERTA dibuang di Sie PK, padahal awalnya aku memilih sie Pubdok, sesuai dengan bakat dan skill yang ku miliki. Mereka akan menyesal membuangku dari Pubdok! *songong bener dah, wkwk* Dan, pendakian di Gunung Argopuro pun tak kalah penting karena Argopuro adalah gunung impianku sejak tahun 2014 silam. Dan seperti yang kalian ketahui, aku akan mendahulukan gunung, lebih dari kegiatan apapun. Gunung, pendakian dan kegiatan alam bagaikan nyawa dalam hidupku. Aku akan memperjuangkan Argopuro, karena baru kali ini bisa punya kesempatan untuk naik kesana. 

Jumat, 01 April 2016

Jejak dalam Malam (CERPEN)

0 komentar
Gelap.
            Rem yang diinjak dengan telapak kaki kanan menghentikan gerak motor seketika. Rembulan masih menyenandungkan sinarnya yang merambat pada bilah-bilah batang bambu. Berbaur dengan cahaya lampu neon yang dikerubungi ribuan laron dibawah bangunan kayu. Sayup-sayup, bau mesin yang terpanggang menguar bersamaan dengan rasa mencekam yang seketika menghantui ulu hatiku. 
            Nyatakah ini? Rasa takut yang berpendar pada bulu halus tanganku?

Rabu, 03 Februari 2016

Pendakian Ketiga, Puncak Bayangan, (Konservasi Gunung Penanggungan 2), Desember 2015

0 komentar

Puncak Bayangan memang magis. Dalam kurun waktu tujuh bulan aku sudah kembali di tempat yang sama, setelah pendakian di Gunung Penanggungan dan camp di Puncak Bayangan, Mei 2015 lalu. Kali ini aku datang dengan tim yang berbeda, dengan agenda yang berbeda pula. Bukan lagi sekedar pendakian dan camp biasa, tapi juga konservasi. Penanaman bibit pohon di areal Puncak Bayangan. Kegiatan Konservasi Gunung Penanggungan (KGP) 2.Sounds great, huh?
Selalu ada keinginan untuk kembali

            Jadi, kenapa bisa aku terdampar kembali di Puncak Bayangan, 19-20 Desember 2015 kemarin, akan ku ceritakan semua disini. Aku kembali menceburkan diriku untuk mendaki karena kangen akan suasana gunung. Maka, setelah menjelajah grup-grup di Facebook, aku terpikat dengan ajakan pendakian dan konservasi dari komunitas Indonesian Eagle. Aku memutuskan untuk ikut.

Senin, 18 Januari 2016

Ada yang Salah dengan Pendakian? Inilah Alasan Mengapa Pikiran itu Harus Jauh-jauh Disingkirkan

0 komentar
Setidaknya, baru ada dua orang dalam hidupku yang mengatakan kepadaku secara langsung, “Untuk apa naik gunung?” “Kenapa harus mendaki atau main jauh-jauh?” dan sejenisnya. Gestur tubuh dan raut muka mereka menunjukkan ketidaksukaan. Bahkan, hampir terang-terangan melarang. Bagiku, pertanyaan itu sama sekali tidak masuk akal, mengingat pendakian adalah suatu aktivitas yang normal, tidak menyangkut kriminalitas dan tidak dilarang oleh hukum. Tapi, lagi-lagi, pertanyaan tolol seperti itu masih terujar dari mulut banyak orang.
Menghujat keindahan seperti ini? Yang benar saja
            Bisa dibilang, pertanyaan seperti tadi bisa membuatku tersinggung berat. Bagaimana tidak? Aku mencintai pendakian, sama seperti aku mencintai setiap jengkal hidupku. Aku mencintai alam, aku mencintai petualangan, bahkan kecenderungan itu sudah muncul ketika aku masih kecil. Aku suka berjalan-jalan, berkeliling tanpa tujuan. Aku suka berada di taman. Aku sering kesasar ke suatu tempat yang asing, tapi aku menikmatinya tanpa merasa gelisah. Aku suka berada di tempat-tempat baru. Bahkan, aku sudah mendaki ketika usiaku masih 12 tahun. Ini pilihanku. Ini caraku untuk lebih menghargai kehidupan yang Tuhan berikan kepadaku. Ini jalan hidupku. Dan terlebih, ini tidak ada urusannya dengan hidupmu. Kecintaanku pada alam sama seperti kecintaanmu pada hidupmu, pada keluargamu, dan segala bentuk cinta yang ada tidak boleh dimusnahkan atau dilarang.

Minggu, 17 Januari 2016

Pendakian Kedua, Ontoboego (Pos 2 Gunung Arjuno), September 2015

0 komentar
Karena kecintaanku pada gunung, 4 bulan berselang setelah pendakian di Gunung Penanggungan, aku memutuskan untuk naik gunung lagi. Kali ini, tawaran naik bareng datang dari komunitas yang berbeda, KOMPAAS (Komunitas Pecinta Alam Arek Suroboyo). Aku dapat infonya dari Facebook, ceritanya ada anniversary komunitas pecinta alam juga, dan mereka merayakannya dengan mengadakan camping rame-rame (istilahnya camcer, atau camping ceria) dan lokasi yang dipilih adalah Gunung Arjuno, tepatnya di Pos 2 Gunung Arjuno, Pos Ontoboego, jalur Purwosari, Pasuruan, pada tanggal 5-6 September 2015.

          Modalku hanya nekat ikutan. Padahal aku belum pernah sekalipun kopdar sama KOMPAAS, eh datang-datang malah minta ikut. Rasanya ga tau diri banget, ahaha. Tapi, karena sifat khas dari komunitas pecinta alam adalah terbuka, ramah, suka menolong dan menerima apa adanya (ini serius, emang bener), maka siapapun yang join akan diterima dengan lapang dada. Begitu pula yang terjadi kepadaku. Maka, aku bersyukur sekali dan berterima kasih karena telah diizinkan ikut seolah sudah lama kenal dan gabung ama mereka.
          Jadi... Inilah kisahku, kawan.

Jumat, 15 Januari 2016

Pendakian Pertama, Penanggungan, Mei 2015

0 komentar
8 bulan berselang setelah pendakian pertamaku, Mei 2015 lalu. Yeah, pengalaman pertama memang selalu mengesankan siapa saja. Kendati dulu, pas turun gunung dan ditanyain temen, “Kapok nggak naik gunung?” aku jawab, “Gak lagi deh”. Dan kini aku tahu, jawaban itu tidak serius. Beberapa hari setelahnya aku sudah merindukan suasana diatas sana. Aku jatuh cinta dengan gunung, panorama dan rasa lelahnya.
Puncak Bayangan
          Aku bergabung dengan tim Jatim Backpacker, salah satu komunitas yang suka jalan-jalan, of course, dan tanggal 2-3 Mei 2015 ini mereka merencanakan akan naik ke Gunung Penanggungan dan camp di areal Puncak Bayangan. Sebenarnya aku belum terlalu kenal dengan komunitas ini karena aku baru sekali datang kopdar, dan sekali kopdar anggotanya berjumlah puluhan. Yang aku kenal cuma Mas Alwi, ketuanya aja huaha. Tapi, gak menyurutkan niatku untuk melakukan pendakian pertama dalam hidupku (in fact, bukan yang pertama sih, dulu pas SMP kelas 1 pernah pendakian juga, tapi karena gak ngerti apa-apa, cuma bawa pakaian dan duit aja sementara sisanya dibawain pamanku, maka itu gak masuk hitungan).
          Well, ga usah lama-lama, yuk mari ikuti kisahku hehe
 

Goresan Pena Nena Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template