Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2016

Resensi Novel ‘A Heart For Two’

0 komentar

Nama pengarang: T. Sandi Situmorang
Tahun terbit: 2013
Judul novel: A Heart For Two – Kuatlah Ketika Duka Datang
Kota terbit: Yogyakarta
Penerbit: Sheila/Penerbit Andi
Jumlah halaman: 234 halaman

            Jonathan Preston, atau lebih akrab disapa Jo adalah novelis yang mulai naik daun. Setelah beberapa kali menerbitkan novel melalui Generation, Sandiora Publisher mulai melirik naskahnya. Sandiora menganggap Jo adalah penulis yang potensial dan akan turut serta dalam melambungkan nama Sandiora Publisher. Maka Sandiora meminta Jo untuk menyetor naskahnya –melalui Fiana Loretta, salah satu editor fiksi Sandiora Publisher.
            Dan Fia adalah kekasih Jo.

Rabu, 19 Oktober 2016

Resensi Novel 'U-Turn' by Nadya Prayudhi

0 komentar
Nama pengarang: Nadya Prayudhi
Judul: U-Turn
Tahun terbit: 2013
Kota terbit: Jakarta
Penerbit: PlotPoint Publishing
Jumlah halaman: 228 halaman
Sinopsis: Karindra, atau Karin, seorang wanita karir berusia 30 tahunan, merasa shock ketika diputuskan secara sepihak oleh Bre, kekasihnya yang telah menemani selama 2 tahun terakhir. Diputuskan lewat e-mail pula, Karin tak tahu apa yang lebih buruk dari ini. Terlebih, pertengkaran mereka semalam pun tak terlalu ‘hebat’ dan ‘panas’ untuk membuat keduanya berpisah.

Minggu, 02 Oktober 2016

Resensi Novel ‘Nyanyian Hujan’

0 komentar
Nama penulis: Sintia Astarina
Tahun terbit: 2013
Judul: Nyanyian Hujan
Kota terbit: Jakarta
Penerbit: PT Grasindo
Jumlah halaman: 205 halaman
           
Sinopsis: Tak ada yang salah pada Vesta, gadis berusia 18 tahun yang hendak melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah. Kecuali, ia dan kakaknya, Revin, terpaksa harus hidup sebagai  yatim piatu akibat meninggalnya kedua orang tua mereka dalam kecelakaan pesawat, saat mereka masih kanak-kanak. Meski begitu, Vesta tumbuh menjadi gadis yang amat dicintai oleh kakaknya, om dan tantenya yang perhatian, serta Bi Sum, pengasuh yang selalu setia merawat mereka berdua hingga dewasa.
            Meskipun manja dan kekanak-kanakan, Vesta cukup tegar dan ceria dalam menjalani hidupnya tanpa kedua orang tua. Walau ia merasa sangat kesepian akibat Revin harus bekerja di Australia. Bagi Vesta, Revin adalah sosok kakak yang bijaksana, dewasa, dan selalu membantunya saat ia merasa kesusahan. Pada Revin pula, Vesta mencurahkan isi hatinya, kegundahan serta kegelisahannya. Alih-alih terus merasa sedih, Vesta memilih untuk mencurahkan isi hatinya pada hujan.

Selasa, 13 September 2016

Resensi Novel Tapol oleh Ngarto Februana

0 komentar
Nama pengarang: Ngarto Februana
Tahun terbit: 2002
Judul buku: Tapol
Kota terbit: Yogyakarta
Penerbit: Media Pressindo
Jumlah halaman: 176 hlm
Sinopsis: Djon adalah seorang pemulung di Yogyakarta, hidup sendirian di tengah belantara warga kota yang tak berpihak pada kaum marjinal sepertinya. Pekerjaan sehari-harinya selain mengambil barang-barang bekas tak terpakai atau mengorek-orek sampah lalu dijual ke penadah untuk mengganjal perut yang lapar, ialah bersembunyi. Ya, aparat, entah tentara maupun satpol PP, adalah musuhnya. Di mata mereka, pengemis dan gelandangan adalah sampah masyarakat, tak berguna dan patut dicurigai, lalu diangkut beramai-ramai ke dinas sosial untuk diberikan pengarahan, dan kalau apes, disiksa habis-habisan.
Sementara Mirah adalah gadis yang berkuliah di UGM, tengah menjalani semester akhir, yang seringkali dihantui oleh perasaan gelisah tak tentu arah. Ingatan masa kecilnya sering kali muncul ke permukaan, kerinduan akan bapaknya yang hilang pun tak tertahankan. Mirah selalu penasaran mengenai bapaknya, dan ketika ia bertanya ke ibunya, jawabannya selalu tak pernah memuaskan. Ibunya, Lastri, hanya bercerita jika bapaknya telah mati, dibunuh, dan mayatnya dibuang ke laut. Selebihnya, informasi lain mengenai bapak akan disimpan Lastri rapat-rapat.

Resensi Novel S. Mara GD : Misteri Sutra yang Robek

0 komentar
Nama pengarang: S. Mara Gd
Tahun terbit: 2006
Judul buku: Misteri Sutra yang Robek
Kota terbit: Jakarta
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 320 hlm
Sinopsis: Ayu Sutra dan suaminya, Ir. Sutra, telah tujuh tahun berumah tangga. Pernikahan keduanya seringkali tidak harmonis, penuh dengan konflik, pertengkaran dan bahkan kekerasan verbal dan fisik yang dilakukan oleh Ir. Sutra ke istrinya. Penyebab konflik keduanya pun berawal dari hal yang sama, yakni kekecewaan Ir. Sutra mengetahui bahwa istrinya telah kehilangan keperawanannya pada pacar semasa SMA, Hendra. Hal itu diketahuinya pada malam pertama pernikahannya dulu, dan selama tujuh tahun itu pula ia masih tidak bisa menerimanya. Ir. Sutra menganggap bahwa Ayu tidak sesuci yang ia pikirkan sebelumnya. Dan ketika mengingat hal tersebut, Ir. Sutra secara instan akan marah karena merasa ditipu lalu berujung pada pertengkaran, seperti yang sudah-sudah.
Sementara Ayu, menganggap kekecewaan Ir. Sutra tidak logis. Ia toh hanya melakukannya sekali saja dengan Hendra, itu pun saat SMA, masa-masa dimana hasrat para pemuda biasanya tidak bisa mengontrol hasratnya. Dan karena sudah terjadi belasan tahun silam, bahkan sebelum bertemu Ir. Sutra, apakah itu bisa dikategorikan sebagai pengkhianatan? begitu batin Ayu sepanjang waktu. Toh, suaminya sebelum menikahinya juga pernah tidur dengan perempuan-perempuan lain, bahkan jauh lebih banyak dibanding Ayu, jadi tidak adil rasanya membandingkan dosa miliknya dengan dosa Ir. Sutra sendiri.

Senin, 08 Agustus 2016

Review Novel “Backpacker in Love”

0 komentar
Pernah merasakan gelora meledak-ledak untuk segera bertualang? Ingin berkelana sejauh mungkin dan melepas penat di dada? Merasa jenuh dengan rutinitas kita? Seperti itulah yang sering dirasakan oleh Larasati, atau kerap disapa Laras, gadis kelas 2 SMA Pelita Hati, Solo, Jawa Tengah. Dibesarkan dalam lingkungan yang menjaga tradisi keraton dan nilai-nilai luhur budaya Jawa, tidak serta merta membuatnya tumbuh menjadi gadis yang penurut dan betah di rumah. Justru, sebaliknya, hasratnya untuk berjalan-jalan, backpacking-an keluar kota dengan motor matic Mio-nya lebih besar dari apapun.
            Dibalik hobinya yang tangguh, nyatanya Laras menyimpan kesedihan di hati kecilnya. Ia tinggal di rumah milik mamanya, yang berprofesi sebagai dosen dan jauh dari papanya yang bertempat tinggal di Jakarta, dengan pekerjaan sebagai produser pemberitaan di salah satu TV swasta. Sedari kecil ia jarang sekali memiliki banyak waktu dengan papanya (karena mereka berdua tinggal berjauhan, dan hanya sesekali bertemu), dan itu membuatnya sengsara. Dan, tak jarang, ia melihat eyang putrinya (yang terlalu keras kepala, kolot dan sinis terhadap orang lain yang tidak memiliki darah bangsawan) bertengkar dengan mamanya, soal papanya yang dianggap hanya “rakyat jelata” (karena tidak memiliki darah biru yang ia agung-agungkan). Sampai kemudian datanglah bencana itu: papa dan mamanya bercerai!
 

Goresan Pena Nena Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template