Betapa tidak tahannya aku harus melihat
pemandangan yang sama setiap hari. Melangkah keluar rumah, ada bungkus snack berserakan.
Berkendara di jalan, ada plastik bertebaran di aspal. Menunggu lampu merah, ada
orang yang dengan ‘asyik’ nya membuang apapun dari jendela mobilnya, lalu
bergegas tancap gas begitu saja, tanpa merasa bersalah. Lewat pasar atau warung
pinggir sungai, eh penjualnya buang sampahnya begitu saja dan membuat sungai
terlihat menjijikkan. Lagi nongkrong bareng temen, eh buang puntung rokok
dimana-mana. Lagi nyantai di taman, eh ada keluarga yang piknik dan sisa
makanan dibiarkan tergeletak sembarangan. Gila. Semua dilakukan dalam satu
fase, hop! Lempar dan buang begitu saja dan selesai lah persoalan
mereka. Yang penting, sampah itu sudah tidak berada di tangan mereka lagi.
Masalah yang ditimbulkan nanti bukan urusan mereka.
Sungai di Tanah Merah,
Surabaya
Aku pernah mendengar quote dari seorang tokoh terkenal (yang
lagi-lagi, ku lupa namanya). Ia pernah berkata bahwa jika kau ingin melihat mentalitas masyarakat
suatu negeri, lihatlah dari cara mereka memperlakukan sampah. Bisa
dilihat dengan nyata, orang kita (Indonesia) kebanyakan sangat tidak
bertanggung jawab soal sampah. Aku menemukan pola atas problem sosial yang
sudah mengakar ini.



