Tampilkan postingan dengan label Analisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 November 2015

Arti Sampah Bagi Masyarakat Indonesia

0 komentar
Betapa tidak tahannya aku harus melihat pemandangan yang sama setiap hari. Melangkah keluar rumah, ada bungkus snack berserakan. Berkendara di jalan, ada plastik bertebaran di aspal. Menunggu lampu merah, ada orang yang dengan ‘asyik’ nya membuang apapun dari jendela mobilnya, lalu bergegas tancap gas begitu saja, tanpa merasa bersalah. Lewat pasar atau warung pinggir sungai, eh penjualnya buang sampahnya begitu saja dan membuat sungai terlihat menjijikkan. Lagi nongkrong bareng temen, eh buang puntung rokok dimana-mana. Lagi nyantai di taman, eh ada keluarga yang piknik dan sisa makanan dibiarkan tergeletak sembarangan. Gila. Semua dilakukan dalam satu fase, hop! Lempar dan buang begitu saja dan selesai lah persoalan mereka. Yang penting, sampah itu sudah tidak berada di tangan mereka lagi. Masalah yang ditimbulkan nanti bukan urusan mereka.


Sungai di Tanah Merah, Surabaya
            Aku pernah mendengar quote dari seorang tokoh terkenal (yang lagi-lagi, ku lupa namanya). Ia pernah berkata bahwa jika kau ingin melihat mentalitas masyarakat suatu negeri, lihatlah dari cara mereka memperlakukan sampah. Bisa dilihat dengan nyata, orang kita (Indonesia) kebanyakan sangat tidak bertanggung jawab soal sampah. Aku menemukan pola atas problem sosial yang sudah mengakar ini.

Rabu, 28 Oktober 2015

Alasan Kenapa Bagiku Band Punk Lokal itu KEREN

0 komentar
Ketika kalian bertanya padaku, “Apa genre musik favoritmu, dan mengapa itu bisa mencerminkan kepribadianmu?” maka akan ku jawab “Punk”. Ya, aku juga suka sih genre lain, seperti Post Hardcore, tapi keterwakilan “jiwaku” lebih condong ke arah punk.
Sejak dulu, dari tahun 2010, aku adalah militan garis keras dari band punk rock, Green Day, aku tentunya hapal luar dalam band asal California, USA itu. Lagu-lagunya, dari album awal sampai akhir, personil dan mantan personil serta fakta-fakta seputar mereka, transformasi dan dipengaruhi genre-genre lain (opera, rock and roll, country) hingga isu-isu yang diangkat dalam lagu-lagunya. Bukan cuma itu, aku juga berperan aktif dengan join ke komunitas Green Day/Idiot Club Indonesia Regional Jatim. Banyak sekali hal yang telah kulakukan bersama komunitas itu, mulai dari kumpul-kumpul, jamming, main ke luar kota hingga bergerak dalam aksi-aksi sosial.
Refrensi band punk dari luar negeri bagiku cukup sempit, hanya berkutat di Blink 182, Sum 41, Ramones, The Network, The Clash, Paramore... ya itu saja. Begitu dangkal kan? Bahkan, aku sendiri agak tidak yakin apa aku cukup berkompeten dan pantas untuk menulis tentang musik seperti ini.
Aku menikmati mendengarkan karya mereka. Beberapa lirik didalam lagu-lagu mereka sangat dalam (deep), cerminan jiwa-jiwa dan perasaan yang tak terkatakan. Seorang user Ask.fm (yang aku lupa itu siapa) pernah berkata bahwa musik Punk seperti akar dari realita yang dialami manusia. Perasaan-perasaan yang tak terwakili, kemarahan, pengabaian, depresi, tekanan jiwa, kesedihan, terguncang, ditinggalkan, putus asa, pemberontakan, penuntutan, dendam, tercermin dalam lirik lagu-lagu Punk.
 

Goresan Pena Nena Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template